Minggu, 19 Juli 2015

Ia Tahu Kemana Harus Berlabuh.

"Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh" -Dee

Tentu ada perbedaan yang sangat jelas antara terjadi secara alami dengan yang terjadi karena dipilih.

Kita ambil contoh dengan kepuasan akan tercapainya keinginan.

Rahmet kelaparan dan pergi ke warung untuk membeli indomie soto kesukaannya. Ketika sampai di warung, ternyata indomie soto yang dia inginkan habis dan hanya tersisa indomie kari ayam.

Ada 2 kemungkinan yang akan Rahmet ambil,


  1. Dia akan mempertahankan keinginannya dan memilih pergi ke warung lain untuk mencari indomie soto.
  2. Dia akan mengurungkan niatnya untuk memakan indomie soto, dan membeli indomie kari ayam.


Jika Rahmet memilih kemungkinan pertama, maka dia .....


  • Mengikuti apa yang dirinya inginkan
  • Ada usaha yang dilakukan yaitu mencari warung lain
  • Kenyang dan ada rasa puas
  • Tingkat kepuasan dan kebahagiaan atas keinginan yang tercapai tinggi


Berbeda jika Rahmet memilih kemungkinan kedua, maka dia .....


  • Tidak mengikuti apa yang dirinya inginkan
  • Tidak ada usaha yang dilakukan untuk memenuhi keinginannya
  • Kenyang namun tidak ada rasa puasa
  • Tingkat kepuasan hanya sebatas kenyang
Sama juga dengan hati.
Jika mengejar hati karena keinginan diri sendiri atau kita sebut 'secara alami', tentu akan menciptakan usaha. Usaha yang akhirnya akan membuat rasa puas yang meledak-ledak karena telah berusaha mencapai apa yang benar-benar hatinya inginkan. Keluarga yang diciptakan oleh kemungkinan pertama ini tentu adalah keluarga yang bahagia.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua usaha berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Halangan itu bisa berupa apa saja, entah itu kepribadian, agama, ras, suku, keluarga, jarak, dan masih banyak lagi. Dalam menyikapi impian yang tidak sesuai dengan harapan ini, maka kedewasaanlah yang diuji. Orang yang dewasa secara kepribadian, seharusnya mengerti bagaimana bersikap ditengah hati yang tidak bisa dipaksakan. Dengan cara yang bijak tentunya. :)

Orang yang tidak bisa dewasa dan bijak dalam mengambil keputusan, maka akan terjebak di kemungkinan kedua.  Mereka hanya menjalankan apa yang di depan mata, memilih walaupun tidak suka. Menjalankan tapi tanpa usaha. Mereka bisa memiliki keluarga juga seperti kemungkinan pertama, namun tidak akan sebahagia keluarga di kemungkinan pertama. Hatinya kelak akan merasa tidak puas dan menyesal. 

"Aku mencintaimu"
"Aku memilih untuk mencintaimu"
Tentu memiliki terdengar berbeda kan?
Bukankah "aku mencintaimu" terlihat lebih tulus? :)

Akhir kata, jangan bermain-main dengan hati ya, baik hati kalian maupun hati orang lain. Meskipun kalian pernah dikecewakan, ataupun mengecewakan, tetaplah bijak dalam mengambil keputusan karena apa yang dilakukan sekarang akan sangat berdampak untuk kedepannya. 
"Mereka yang dewasa pasti tahu cara menyembuhkan sakit hati tanpa melukai orang lain. :) "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...