Jumat, 24 Mei 2013

24 Mei 2013

holaa. mari kita cetak lagi kenangan yang dirasakan kemarin ke dalam blog yang menurut saya sebagai reka ulang di masa depan nanti. Hari ini saya merasakan berbagai macam perasaan yang hampir tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Mari mulai :)

Bertepatan pada tanggal 24 Mei 2013 adalah hari dimana anak-anak SMA/SMK menantikan yang namanya pengumuman kelulusan dari sekolah masing-masing. Sebelum sampai di tanggal 24 ada beberapa hal yang perlu disiapkan seperti baju dress untuk menghadiri graduation di sekolah, tas (karena tas ku baru rusak), mental yang kuat untuk mendengar pengumuman, mental yang kuat untuk terus membujuk papi saya hadir di perayaan itu karena dia kurang suka menghadiri acara-acara seperti itu, serta mental yang kuat untuk mengutarakan perasaan terima kasih atau perasaan suka kepada orang yang dikagumi selama ini/orang yang sudah banyak membantu saya dalam beberapa waktu ini.

Sekitar sebulan yang lalu, saya dan teman-teman saya membuat keputusan sepakat untuk mengutarakan perasaan terima kasih, kagum, suka, atau apapun kepada orang yang telah lama di hati kita tapi tak pernah bisa kita ungkapkan selama kita berskolah di SMA Budi Mulia. Setiap dari kita mempunyai satu orang, dan sayapun begitu. Sebelum acara itu saya telah mengatakan kepada orang yang saya kagumi itu bahwa saya akan meminta waktu dia sekitar 15 menit saat kelulusan nanti dan diapun menanggapi dengan setuju dan kita sempat bercanda-bercanda sebentar. Saat mengetik whatsapp yang saya rasakan adalah degdegan yang tiada tara, namun karna kita teman dia pun menanggapinya dengan sangat biasa selayaknya teman. hahh.. yasudah yang penting saya senang karena dia mau berbicara dengan saya. Setelah itu saya sempat menyiapkan suatu barang yang rencananya akan saya berikan saat saya mengatakan terima kasih kepadanya :)

Tiba di hari H, pagi-pagi saya bangun dan banyak sekali anak-anak sekolah lain yang sudah mengupdate status bbm maupun twitter dengan tulisan "LULUS", saya terpikir mungkin lulus akan menjadi trending topic saat itu. Namun, hanya anak-anak BM yang pada saat itu sedang waswas karena kita akan mendapat pengumuman malam-malam di sekolah. Pada saat itu saya degdegan, bukan karena kelulusan tapi karena kesepakatan teman-teman saya. Ada sih degdegan karena pengumuman tapi paling hanya beberapa persen. Jam 2an saya diantar ke tempat tante saya untuk make up setelah itu ke salon dan kembali lagi ke rumah jam 5 kurang untuk menunggu papi saya datang

Papi itu tipe orang yang tidak suka mengambil rapot anaknya, jadi banyak sekali luka di hati setiap kali ngajak papi ambil rapot, nah bayangin apalagi buat pengumuman. Bahkan saat guru saya memuji saya karena prestasi saya, papi saya hanya akan menganggapnya biasa saja, dia gak akan peduli. Itulah yang terkadang membuat saya sedih. Saat mau berangkat, papi masih ngedumel males buat pergi, akhirya saya tidak bisa menahan tangis dan saya sempat pergi keluar untuk menghapus air mata. Sepertinya tante saya tau kalau saya menangis dan dia memberitahukan untuk cepat pergi. Dan akhirnya kamipun pergi.

Sepanjang perjalanan saya hanya diam. Sepertinya papi tau kalau saya sedih dengan perlakuan dia, dia berusaha untuk terus mengajak bicara dan terkadang menyelipkan suatu lelucon supaya saya tidak bete lagi. Dan akhirnya saya luluh dan biasa lagi, itulah papiku. Yang selalu tidak pernah bisa mengatakan "Papi peduli sama kamu" tapi selalu menunjukkan kata-kata itu dengan tindakan-tindakan aneh dia. hehe :)

Setiba di sekolah, yang pertama saya lihat adalah "KAU" orang yang telah melukai hati saya teramat dalam, yang sejujurnya tidak ingin saya lihat lagi. Bukan karena saya benci tapi setiap melihat anda, anda selalu memperlihatkan muka yang tidak ramah yang membuat saya terkadang berpikir "lu dlu yang bikin gw nangis-nangis parah, kenapa sekarang lu malah yang jutek gitu". hah.. Saya langsung memalingkan muka saya dan mencari letak dimana kertas kelas saya berada dan papi menandatanginya. Dan saya melihat dia, orang yang akan mendapatkan pernyataan terima kasih dari saya. Tapi kamu tidak pernah mau melihat saya, mungkin krna saya dulu pernah menyakiti kamu atau karena dia sahabat kamu. hahh.. Setalah itu papi dan saya maka icecream dan nonton sebentar lalu papi pulang.

Setelah mengantarkan papi ke depan, saya melihat daftar kehadiran dan tiba-tiba kamu datang. Tapi, kamu datang ke arah saya karena kamu akan pergi keluar. Kita sama sekali tidak saling melihat dan tidak saling menyapa. Kamu berlalu begitu saja. Iya, begitu saja.....

Semua yang sudah kusiapkan kurasa sia-sia, setiap kata-kata yang sudah kukarang seakan sia-sia. Beberapa air mata sempat menetes karena berasa wow hari ini gila banget. Namun aku kembali berusaha kuat dan kembali ke dalam untuk mendengarkan pengumuman.

Pengumuman mengatakan bahwa IPA IPS lulus 100% dan membuat saya kembali ceria, meski itu ceria nyata atau hanya karena formalitas. Saya berbaikan dengan teman-teman saya dan saya memeluk anak-anak osis yang pernah menjadi anak-anak saya. Saya ceria kembali. Setelah saya akan pulang, saya mengecek hp dan baru saya sadari bahwa kamu whatsapp saya sebelum kamu pergi, maaf karena saya baru melihatnya. Ketika kamu bilang kamu akan kembali ke sekolah untuk mendengarkan apa yang ingin saya kataka, saya sudah dijemput. hahhh... sedih bnget tapi banyak hal juga yang membuat saya senang hari ini .


  1. Saya senang BM lulus 100%
  2. Saya senang papi saya menghadiri acara kelulusan saya. Selama SD, SMP, SMA ini yang pertama kali dia bersedia hadir
  3. Saya senang karena kamu sudah berniat kembali untuk mendengarkan saya meskipun akhirnya kita tidak jadi bicara.

Tuhan baikkkk :). Terima Kasih sudah membaca ;)

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...