Senin, 17 Oktober 2016

Awkarin?

Karin Novilda..


Gadis yang terkenal karena prestasinya yang sangat luar biasa, namun tiba-tiba berubah pesat karna sesuatu yang kita sendiri sebenarnya tidak tau juga sebabnya. 

Bisa saja memang ini diri dia, atau mungkin diri dia yang lama sudah berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Hidup itu keras, gak selamanya kepompong menjadi kepompong kan? ada kalanya dia harus menjadi kupu-kupu agar lebih bisa dilihat orang lain.

Saya pribadi mengetahui awkarin ketika saya sedang melakukan reuni dengan teman-teman SMP saya di salah satu mall di bilangan Jakarta Utara.

"Eh pao, tau awkarin gak?"
"Hah? Siapa tuh?"
"Ituloh... anak yang pas UAN SMP nilainya tinggi banget tapi gara-gara pacaran jadi rusak banget sekarang. Dia juga bikin video nangis-nangis gara-gara diputusin pacarnya yang masih 16 tahun."

Well...
Perbincangan tentang dia berhenti disana, tapi tidak dengan rasa ingin tau saya.
Sepulang dari reuni kecil tersebut saya membuka pc, menyambungkan pada internet, dan menulis keyword "awkarin" pada layar youtube dan instagram saya.
(Fyi : saya menghabiskan 6 jam untuk mengenal dengan dalam siapa dan seperti apa itu Awkarin)

Youtube dan IG cukup jelas menerangkan pada saya mengenai dia. Gayanya dalam berteman, tutur bahasanya, cara berpacarannya, cara berpakaiannya, cara dia mengekspresikan apa yang sedang dia alami, serta bagaimana dia dihujat dan dipuji oleh para haters dan fansnya.

Saya tidak termasuk keduanya, saya bukan haters maupun fansya.
Namun saya prihatin dengan coment-coment netizen yang menurut saya terlalu berlebihan. Mengatakan karin berlebihan karna nangis-nangis padahal cuma putus ditinggal anak kelas 2 SMA.

Kalo buat saya, hal itu tidak berlebihan sama sekali...
Sangat wajar seorang gadis mengungkapan perasaan dia kepada mantannya, bagaimana dia kecewa, sakit hati, bahkan tidak mau mantannya nanti mendapatkan wanita yang mungkin saja bisa menyakiti hatinya.

Itu perasaan klise yang pastinya muncul kepada setiap kita ketika seseorang yang benar-benar kita sayang pergi tiba-tiba kan? Memang kalian tidak pernah merasakan perasaan sakit yang seperti itu?

Ditambah lagi, posisi karin sudah menyiapkan kejutan untuk orang yang sangat dia sayang dengan sangat terstruktur. Pasti sudah banyak bayangan kebahagiaan yang muncul di benak Karin, namun ternyata dia diputusin. :)

Kita samakan saja dengan kita anak-anak generasi 90an yang pada saat galau dulu biasanya kita menulis status di BBm, Twitter, atau Facebook. Kita menulis semua perasaan kita, kekecewaan kita dengan berlinang air mata. Kita membuat semua teman kita mengetahui apa yang kita alami. Bagaimana sakitnya kita dan bagaimana kita membutuhkan sebuah dukungan untuk bangkit... Sama saja bukan?

Bedanya, jaman sekarang media sosial seperti Twitter, FB, BBm sudah tidak dipakai lagi. Anak  jaman sekarang lebih banyak menggunakan youtube, snapchat, instagram, dan media baru lainnya.

Jadi tidak heran dong kalo awkarin memposting video ungkapan perasaan cinta dia, sayang dia, sedih dia, bahkan sampai video ungkapan sakit hatinya serta wish dia untuk mantannya itu di snapchat, instagram, dan youtube kan?

Ada yang bilang awkarin merusak moral bangsa karna mengupload video dengan konten berisi kata-kata makian dan adegan yang seharusnya tidak boleh dilihat oleh anak kecil yang nantinya kelak menjadi penerus bangsa?

Hmmm.. kalo kamu takut anak-anak kamu rusak moralnya, ya kalo masih kecil jangan dibiarin nonton youtube sendiri dong. Moral anak ya tergantung dari orang tuanya, bukan tergantung awkarin :)

Saya tegasin ya...
Saya sama sekali tidak menyatakan awkarin benar dengan gaya vlognya dan tutur katanya, saya juga kebetulan bukan orang yang cara bergaulnya pro karin kok. Saya hanya....

*menghela nafas*

lelah.....

Dengan semua cacian netizen yang berlagak seperti mereka tau segalanya.
Padahal? kenal aja enggak kan :)

Jangan cari kambing hitam buat rusaknya moral bangsa. Coba lihat diri sendiri, udah jadi contoh atau penolong belom buat orang-orang sekitar? Apa kalian kerjanya cuma komen sama bikin keributan doang?

Buat orang kaya gitu,





















Ke Kanjeng Dimas gih, minta gandain kebaikannya. Ati-ati kebaikannya kalah sama kejahatan dari mulutnya loh :)

Kamis, 01 September 2016

Iya, saya se- CAPER itu :)

Mari kita mulai cerita ini dengan masa lalu yang sempat mampir dihidup saya beberapa tahun yang lalu.

Pagi itu hujan turun dengan merdu, mengiringi jejak langkah anak perempuan tingkat 2 SMP pergi ke gedung tua yang akrab disebut sekolah.

Perasaan saya pagi itu tidak selaras dengan merdunya suara hujan yang turun. Yah.. Jika ingin diselaraskan, yang selaras dengan hujan pagi itu adalah air mata yang membasahi pipi saya usai pertengkaran kita malam sebelumnya.


Sesampainya di sekolah, saya bergegas menaruh tas di tempat duduk saya dan mengeluarkan sebuah buku bergambarkan Snoppy yang saya beli dengan tujuan untuk menjadi buku harian saya.

Saat itu masalah kita tidak sebesar itu sehingga tidak diperlukan kata “Maaf ya, jangan tinggalin aku.” 

Toh saya juga tau saat itu kamu tidak akan meninggal saya karena memang tidak ada masalah serius antara kita. Kita hanya bertengkar karna hal remeh temeh yang saya sendiri lupa kenapa, yang saya tau tidak sampai memerlukan maaf untuk menyelesaikannya.

Hanya saja, saya tidak tau bagaimana caranya memulai suatu percakapan perdamaian yang pantas untuk dikatakan oleh dua sejoli yang sedang bertengkar karna masalah yang bukan apa-apa.

Saya hanya bisa menyusun rencana untuk mencari perhatian dia, atau anak-anak sekarang lebih sering menyebutnya “caper”.

Saya memberanikan diri pergi ke kelasmu dengan membawa buku snoppy yang sudah saya bawa dan duduk di tempat duduk yang sudah dipilihkan wali kelas untukmu. Saya menunggumu dengan kepala tertunduk di atas meja dan perasaan gelisah mengiringi detik jam saat itu.

“Aduh nanti harus ngomong apa? Aduh nanti suruh dia nulis biodata aja kali ya? Bilang aja buat tugas, yang penting bisa ngobrol lagi. Arghhh gimana nih!!”

Pikiran itu terus berputar lagi dan lagi di dalam kepala saya. Berbagai skenario sudah saya susun dengan sedemikian rupa supaya saya dan kamu bisa berbaikan.

-
“Hei, kok disini? Kamu kenapa?”

“ em, anu itu.. apa ya. Oh iya kamu boleh gak tulis tentang Arsenal di buku aku ini?” (kamu sangat menyukai klub sepak bola itu)

“Arsenal? Buat apa?”

“Ituloh.. kk gereja aku ada yang suka arsenal. Aku pengen tau aja, jadi kalo dia ada kuis aku bisa jawab”

“Oh yaudah sini aku tulisin. Abis itu balik ke kelas kamu, udah mau bel tau. Tadi kenapa nunduk? Sakit?”

Dsb~
-

Iya… Sesimple itu kita berbaikan. Se-caper itu saya untuk berbaikan dengan kamu yang saat itu mengisi relung jiwa yang akrab dikenal dengan nama bahagia. Bahkan jika boleh jujur, saya sama sekali tidak perduli dengan apa yang kamu tulis di buku itu, yang terpenting adalah kita berbaikan kembali. :) 

ini buktigoresan pena yang tertulis saat itu

Eitz,

Tapi tunggu dulu, maksud saya menulis tulisan ini bukan untuk mengajak orang lain untuk tidak meminta maaf..

Saat  itu, masalah saya dan dia tidak sebesar itu untuk menggunakan kata maaf. Sehingga saya memilih untuk menggunakan teknik caper  atau sama saja ”menyapa dengan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa”. 

Hal itu karena saya tau bahwa masalah itu tidak sebesar itu untuk bermaaf-maafan yang berlebihan.

Namun, dimasa sekarang ini banyak orang yang menggunakan trik caper tersebut dalam menghadapi masalah yang memang besar atau seharusmya diselesaikan dengan bijak. 

Jika hal itu terus dilakukan yang ada bukan membangun hubungan, malah menghancurkan hubungan yang sudah dibangun dengan susah payah tersebut.

Umur makin bertambah, cermat-cermatlah dalam menghadapi masalah. Minta maaflah sehikmatNya, karena kalo kita kebanyakan minta maaf yang ada malah orang yang salah tidak intropeksi dirinya. Makanya sehikmatNya, biar tau kapan kita dengan tidak sengaja sudah menyakiti perasaan orang lain.

Kadang butuh rasa peka untuk menjaga suatu hubungan.

Jangan mau dingertiin kalo pribadi kita aja gak mau ngertiin orang lain.

Dulu saya orang yang selalu  berada di posisi “peminta maaf”. Namun,sekarang sudah tidak.  Saya sadar saya harus membuat orang disekitar saya juga belajar untuk menghargai orang lain. Saya tidak boleh memanjakan mereka dengan maaf yang otomatis tanpa menegur jika mereka menyakiti saya, tentu tegurnya dengan kasih ya.

Kalo udah ditegur masih begitu? Yah…. cukup tau. Berubah mah mesti doronngan dari pribadi masing-masing. Gak bisa dipaksa.

Minta maaf itu gratis, jangan dimahal-mahalin.

“ Seperhitungan itukah kamu untuk membagikan sesuatu yang kamu dapat bagikan secara gratis?"

Senin, 29 Agustus 2016

Perkara "sakit hati"...

"Ah, gitu aja kok baper. Gitu aja sakit hati, Lebay banget sih sampe diceritain ke orang lain."
Iya memang, terkadang wanita seperti itu.
Tidak bisa menahan emosi, lalu menangis, dan akhirnya curhat atau tulis status yang bersifat "ingin dibaca" oleh orang yang bersangkutan.

Sakit hati, penjahat utamanya adalah lidah. Tidak bertulang, tapi lebih tajam dari pedang.

Tidak menyakiti ketika ada masalah dalam hubungan cinta saja,
namun dalam pertemanan, konflik dengan orang-orang yang tidak kita sangka-sangka,
bahkan mungkin dengan keluarga kita sendiri.

"sakit hati"

Seperti orang yang meminum racun lalu berharap akan hidup sehat.
Begitupun dengan orang yang menyimpan sakit hati tapi berharap hidupnya akan tetap bahagia.

Jangan berharap sama manusia, manusia itu bisa mengecewakan... kapanpun, dimanapun, dan siapapun.

Bangkit dan sadarkan diri bahwa kita terlalu berharga untuk sakit hati.
Meskipun terkadang merasa seperti jalan sendiri, tapi pikirkan kembali dengan jernih bahwa itu hanya pikiran burukmu saja.
Jangan berpikir sempit dan keep moving. Masih banyak yang care sama kamu!

Kita terlalu berharga untuk meminum racun kepahitan yang kita buat sendiri. Asup tubuh kita dengan hal-hal yang positif dan menyehatkan tubuh rohani dan jasmani kita. Ingat, hati yang gembira adalah obat.

"Marah boleh, tapi jangan sampai nginap, apalagi sampai ngekost. :) "


Jumat, 29 April 2016

Jakarta... Jangan Main Hakim Sendiri (lagi) yah :)

Dari kemarin sebenernya pengen posting tulisan.. 
Cuman, masih ragu-ragu gitu. 
Jadi hasilnya banyak draft disini, dan gak pengen gw post dulu. 

Yah.. postingan yang di draft masih gw pikirin sampe sekarang, padahal udah gw pikirin dari 1 bulan yang lalu, tapi masih belom sreek buat di post. Postingan gw yang sekarang gw pikirin dengan pemikiran yang panjang juga lohh. Yaaa -+ 5 menit.

Oke, langsung mulai aja :)
Jadi ceritanya malem ini gw lagi sibuk.
Urusin tugas paper buat salah satu tugas kuliah gw. Maklum anak kuliahan semester akhir.
Tugas ini mengharuskan gw buka twitter... 
Yak! dan kerjaan gw udah kelar dan gw iseng-iseng mau liat twitter Arief Muhammad . Pas lagi scroll-scroll kebawah, mata gw dengan isengnnya ngelirik ke sebelah kiri layar netbook.

Yap, itu Trending Topic. 
Trending topic saat ini adalah #TemanAhokNyolongKTP.. Alhasil, Arief Muhammad gw tinggalin dan gw milih buka trending topic tersebut.
Isinya adalah cacian dari masyarakat yang mengeluh karena "katanya" ada masyarakat yang tidak mengirimkan KTP tapi mendapatkan sms konfirmasi telah mengirim KTP.

Munculah haters-haters yang mulai ngejelek-jelekin Pak Ahok.
Cacian, makian, ejekan, semua jadi satu..

*tarik nafas*
Yang bisa gw lakuin sekarang cuma tarik nafas,
Bukan karena gw prihatin dan kasian sama Pak Ahok, tapi gw prihatin sama beberapa orang yang gak berpikir dulu buat ngelakuin dan menetapkan sesuatu..

Padahal.. Padahal nii ya... Ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi :
1. Teman Ahok memang salah
2. Ada orang yang sengaja memalsukan sms konfirmasi tersebut sepaya Pak Ahok mundur.

Gw disini bukan sebagai pembela teman Ahok yang gimana-gimana karena memang bisa saja mereka yang salah. Tapi, bisa saja tidak kan? Dan kalo seandainya memang mereka curang, akan ada 2 kemungkinan lagi :
1. Disuruh Pak Ahok
2. Teman Ahok yang main ambil keputusan sendiri buat nyuri KTP

Jadi masih banyak kemungkinan kan? Kenapa masih main hakim sendiri?
Kalo mereka yang main ambil keputusan sendiri memangnya salah Pak Ahok? Aduhh dia udah terlalu sibuk ngurusin Jakarta dan sekarang disuruh ngurusin setiap temen Ahok yang dianggepnya gak bakal ngecewain dia? Kasian kali :| Emang belom cukup bersyukur lu sama Jakarta yang udah berkkurang banget banjirnya? gaji pasukan orange udah pada naik? dll. 

Kayanya udah cukup deh kasus JIS aja yang kita salah nuduh orang, dan mengakibatnya hal fatal untuk banyak keluarga. Itu semua dari mana? dari main hakim sendiri kan? Masih mau ngulangin hal yang sama?

Gw harap sih Teman Ahok bisa menjelaskan dengan baik semuanya karena jujur aja gw bakal kecewa kalo memang pemberitaan tersebut benar karena gw salah satu warga Jakarta mengagumi Pak Ahok dan kalian. :)




*ps : gw selama ini udah kasih 2x KTP gw, yang buat Pak Ahok dulu sama wakilnya. Tapi, kok gak pernah di sms ya?



Sabtu, 19 Maret 2016

Legal Age-nya Pacar :)

Hallo!
Sudah lama tak menulis, blog sudah mulai berdebu..... 

Gw memutuskan untuk share dan nulis tentang tanggal 7 Maret 2016, tepatnya ulang tahun Alex atau pacar gw. Kenapa share? supaya gw gak lupa sama hari itu, dan kalo seandainya lupa... bisa gw baca lagi disini.

Amel.. Gw..
Gw tipe orang yang semi-perfectsionis. Bukan perfectsionis loh ya...
Jadi gw akan selalu menyiapkan dan mengharapkan segala sesuatu berjalan dengan sempurna, tapi gw gak ngotot. Saat apa yang gw harapin gak berjalan sesuai dengan harapan gw, maka gw akan biasa aja.. Gak bakal stress atau menyalahkan diri gw secara berkepanjangan. Gw cenderung ke menerima dan menjadikan kesalahan itu sebagai pelajaran yang bisa gw pake kedepannya. Itu semi-perfesionis dan itu gw.

Bukan lebay, bukan sok romantis.. Buat gw, selama gw bisa kasih yang terbaik, kenapa harus kasih yang biasa aja? apalagi buat orang yang gw sayang :)

Gw siapin sebuah video dan surprise kecil-kecilan buat cowo gw pas dia ulang tahun. Gw bikin video kegiatan gw selama sebulan sebelum ulang tahun dia dan disambung oleh ucapan dari temen-temen, ade kakak dia, dan ucapan serta clue dari gw. 

6 Maret 2016, (H-1)
Gw mengawali hari ini dengan pergi ke Kalijodo bareng dia jam 06.00. Kita ada tugas TV Jurnalsm buat syuting berita dan kita kebagian Kalijodo. Kita syuting dan sempet debat sedikit tentang angle, narasumber, dsb. Debat sambil gendong beban yang cukup berat, karena gw bawa baju, balon, lem, gunting, dsb di tas gw lumayan memakan tenaga sih.... Akhirnya kita mewawancarai ibu-ibu yang lagi lari pagi di sana lalu dia nganter gw ke gereja dan balik ke Bekasi.

Gw pelayanan seperti biasa dan selesai pelayanan gw cari pompa balon, pembolong kertas, lampu-lampu natal buat di bawa ke Bekasi. Jam 3an gw dijemput Ega (temen Alex) buat ke Bekasi karena rayainnya di rumah dia. Sebelum sampe ke rumah Ega, gw ketemu dulu sama Helen (adik Alex) buat kasih surat dan baju yang harus dia baca dan pake nanti malem. Kenapa beliin baju? Supaya serasi sama warna balonnya...

Sampe di rumah Ega gw sama temen-temen gw makan dan siap-siap buat hias kamar Ega. Abis itu kita pompa balon dan tempel-tempelin sesuai dengan rencana yang udah dibuat. Jam 20.00 hiasan kamar udah jadi semua cuma tinggal nunggu bunting flag sama sedotan buat niup balon foil. Akhirnya gw orang memutuskan buat keluar rumah, jemput temen-temen Alex yang memang udah direncanain dateng pas malem di rumah Ega. Terus  kita makan dulu di KFC HI buat isi perut.....

Gak terasa jam udah nunjukin 22.30... Gw masih chat sama adenya buat pantau kondisi Alex, dan dia tidur... Yah dia ngantuk sih :P
Tapi gpp, gw biarin dia tidur selagi nyiapin balon dan nunggu bunting flag. Balon angka 1nya bocor karna gak sengaja keseret bangku sama Ega pas di rumah, jadi cuma bisa ditiup di rumah setelah nanti disolatip. 

Pas jam 00.00 gw orang masih di  luar rumah ambil bunting flag padahal Alex uda dibangunin Helen buat nonton video gw di youtube. Mobil temen Alex akhirnya mencar.. mobil yang ada gwnya ambil bunting flag, Julio sama Nicko jemput Alex karna hari itu ujan,... kasian Alexnya kalo berangkat sendiri dan keujanan :(

Gw sampe di rumah Ega 00.20 gw sama Itin langsung urusin kamar, masang balon, lampu, sama bunting flags dan nunggu Alex buat sampe. Pas dia sampe udah ada temen-temennya yang rayain dia di lantai bawah pake KFC, terus dia nyari gw di atas dan JENGJENG udah ada gw sama baloon, foto, kue, dan semua yang udah gw siapin..

Muka dia ngantuk-ngantuk gitu... dan kata pertama yang keluar "wih lebay yahhhh kamu" *sambil cubit-cubit pipi gw*. Abis itu udah... Gw denger juga dia nonton videonya sambil merem, jadi cuma denger suaranya doang. Kecewa gak? Agak sih. Cuma mau gimana, kan gw semi-perfectsionis.

Abis itu gw anterin temen gw balik Jakarta dan nongkrong sama temen-temennya di Mcd sampe jam 6 pagi dan baru sampe Bekasi jam 7 pagi. Mamanya, kak Carol, Bang Egy, Helen, udah siap-siap mau memulai hari... tapi gw berdua baru balik.

Pas mau tidur gw sama dia sempet berantem gede karna sesuatu. Sesuatu yang gak penting. Abis itu gw tidur dalam tangisan... Gw ngerasa hhhhhh cape banget, udah begini aja masih bisa beantem... sedih banget :'( tapi karna cape akhirnya gw nangis-nangis tidur juga.......

Pas bangun jam 12 siang gitu dia manggil gw...
"Yang..."
*diem*
"Yang sinii...."
"Apaaa?"
"Sebelah aku sini..."
*diem*
"Sini yang ke sebelah aku"
*duduk sebelahnya*

Dia pegang tangan gw sama meluk gw...
"Makasih yah.. Makasih banget karna kamu selalu ada buat aku dan perlakuin aku sampe kaya gini. Kemarin pas aku denger videonya aku udah mau nangis... tapi ada Helen, aku malu. Aku seneng aja kamu bisa sampe kumpulin temen-temen sebegitu banyak. Maafin aku ya aku tadi marah-marah, itu gara-gara aku kurang tidur. Tadi aja kita pulang jam 7 pagi. Maafin aku yaaaa. Aku sayang banget sama kamu"
"Emang kemarin aku lebay dekornya?"
"Gaklah.... itumah cuma karna aku gatau mau ngomong apalagi. Kamu kaya gak tau aku aja, kalo salting ngomongnya sembarangan"

Terus kita baikan, gw nangis makin kejer, dia nonton video lagi tapi kali ini sambil melek, dan matanya juga agak linang-linang gituuu.....

BOOM! Di video gw kalian bisa liat gimana sedihnya gw karna sering ditinggalin main DOTA, tapi gw tetep lanjutin project surprise gw karena gw tau orang yang gw sayang harus dapet yang terbaik yang bisa gw kasih. Toh dia bisa rasain tulusnya gw buat itu semua juga udah lebih dari cukup :) 







*kenapa warna balonnya fuschia? kan itu warna cewe?
Jadi fuschia itu warna hati atau perasaan, pasangannya silver warna besi, kuat. Jadi harapannya semoga perasaan ini kuat terus.. #CIE . Happy Legal Age sayang! :)

Sabtu, 16 Januari 2016

"Bodo Amat"

Akhir-akhir ini banyak yang mengenakan kaos yang bertuliskan tulisan pada judul saya di atas. Sayapun termasuk salah satu orang yang ingin membeli kaos tersebut biar dibaca haters saya, namun sayang penjualnya kehabisan stok terus. :(

Dengan melihat baju yang sedang booming ini, maka saya tertarik untuk menulis mengenai kalimat tersebut, alias "Bodo Amat".

2 kata yang terlihat simple tetapi memiliki arti yang sebaiknya tidak digunakan secara sembarangan.

Bodo amat menyatakan sebuah ekspresi yang cenderung tidak perduli, acuh tak acuh dan masa bodoh terhadap suatu hal.
Banyak orang yang menjadikan kata bodo amat sebagai suatu candaan yang menurut saya sendiri gak lucu sama sekali. Contoh :
A : Gw sedih banget nih, dompet gw ketinggalan di rumah dan sekarang gw jadi gak bisa makan blablablabla.
 B : Bomad (Bodo Amat) . 
*lalu terdiam*
B : Hahaha bercanda deh... kok bisa sih? mau pinjem duit dlu? blablabla.
Ya emang sih mungkin konteksnya bercanda, cuma pasti tetap ada sedikit sentilan di hati ketika teman bicara kita membalas curahan isi hati kita dengan jawaban seperti itu. Atau bercandaan lainnya yang menurut saya sama sekali tidak lucu...
A : Gw kemaren abis dari Senayan, terus disana ada diskon. Abis itu gw ketemu cowo ganteng banget dan gak asing gitu mukanya.
B : Siapa?
A : Gak tau gw, mukanya gak asing, tapi gw lupa siapa dia
B : Yang Nanya!!! *maksudnya siapa yang nanya* 
Buat saya pribadi itu suatu lawakan yang sama sekali tidak lucu. Saat seseorang sedang berbicara dan mempercayakan seseorang untuk mendengarkan keluh kesahnya, dan ternyata orang yang dipercaya tersebut membalas hanya dengan bodo amat, atau siapa yang nanya. Tidak lucu sama sekali.

Nanti giliran kita jadi bete atau kesel malah dibilang baper (bawa perasaan).

Hey! Ini bukan baper, tapi kecewa. Ketika seseorang yang kita percaya ternyata tidak perduli atau menganggap sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita tidaklah dianggap penting oleh mereka atau sebut saja mereka tidak perduli dengan hidup kita.

Kata-kata bodo amat sendiri merupakan kata-kata yang sangat sensitif untuk diri saya pribadi, apalagi jika diucapkan oleh seseorang yang saya anggap penting. Jika mereka bercanda, saya tetap sedih, jadi bisa dibayangkan jika mereka berkata dengan serius? maka saya akan sangat sedih.

Bagi saya, ketika seseorang mengucapkan "bodo amat" terhadap apa yang saya lakukan, brarti saya tidaklah penting bagi kehidupan mereka dan saya tidak akan berharap apapun lagi dari dia. 

Ada quote yang mengatakan, "Terkadang butuh sedikit rasa bodo amat supaya gak sakit-sakit amat.". Jadi kalo udah dibodo-amat-in, mau gak mau harus belajar bodo amat juga atau kalian akan sakit hati sendiri. Ya kan?

Semangat guys! :) 

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...