Karin Novilda..
Gadis yang terkenal karena prestasinya yang sangat luar biasa, namun tiba-tiba berubah pesat karna sesuatu yang kita sendiri sebenarnya tidak tau juga sebabnya.
Bisa saja memang ini diri dia, atau mungkin diri dia yang lama sudah berubah seiring dengan berjalannya waktu.
Hidup itu keras, gak selamanya kepompong menjadi kepompong kan? ada kalanya dia harus menjadi kupu-kupu agar lebih bisa dilihat orang lain.
Saya pribadi mengetahui awkarin ketika saya sedang melakukan reuni dengan teman-teman SMP saya di salah satu mall di bilangan Jakarta Utara.
"Eh pao, tau awkarin gak?"
"Hah? Siapa tuh?"
"Ituloh... anak yang pas UAN SMP nilainya tinggi banget tapi gara-gara pacaran jadi rusak banget sekarang. Dia juga bikin video nangis-nangis gara-gara diputusin pacarnya yang masih 16 tahun."
Well...
Perbincangan tentang dia berhenti disana, tapi tidak dengan rasa ingin tau saya.
Sepulang dari reuni kecil tersebut saya membuka pc, menyambungkan pada internet, dan menulis keyword "awkarin" pada layar youtube dan instagram saya.
(Fyi : saya menghabiskan 6 jam untuk mengenal dengan dalam siapa dan seperti apa itu Awkarin)
Youtube dan IG cukup jelas menerangkan pada saya mengenai dia. Gayanya dalam berteman, tutur bahasanya, cara berpacarannya, cara berpakaiannya, cara dia mengekspresikan apa yang sedang dia alami, serta bagaimana dia dihujat dan dipuji oleh para haters dan fansnya.
Saya tidak termasuk keduanya, saya bukan haters maupun fansya.
Namun saya prihatin dengan coment-coment netizen yang menurut saya terlalu berlebihan. Mengatakan karin berlebihan karna nangis-nangis padahal cuma putus ditinggal anak kelas 2 SMA.
Kalo buat saya, hal itu tidak berlebihan sama sekali...
Sangat wajar seorang gadis mengungkapan perasaan dia kepada mantannya, bagaimana dia kecewa, sakit hati, bahkan tidak mau mantannya nanti mendapatkan wanita yang mungkin saja bisa menyakiti hatinya.
Itu perasaan klise yang pastinya muncul kepada setiap kita ketika seseorang yang benar-benar kita sayang pergi tiba-tiba kan? Memang kalian tidak pernah merasakan perasaan sakit yang seperti itu?
Ditambah lagi, posisi karin sudah menyiapkan kejutan untuk orang yang sangat dia sayang dengan sangat terstruktur. Pasti sudah banyak bayangan kebahagiaan yang muncul di benak Karin, namun ternyata dia diputusin. :)
Ditambah lagi, posisi karin sudah menyiapkan kejutan untuk orang yang sangat dia sayang dengan sangat terstruktur. Pasti sudah banyak bayangan kebahagiaan yang muncul di benak Karin, namun ternyata dia diputusin. :)
Kita samakan saja dengan kita anak-anak generasi 90an yang pada saat galau dulu biasanya kita menulis status di BBm, Twitter, atau Facebook. Kita menulis semua perasaan kita, kekecewaan kita dengan berlinang air mata. Kita membuat semua teman kita mengetahui apa yang kita alami. Bagaimana sakitnya kita dan bagaimana kita membutuhkan sebuah dukungan untuk bangkit... Sama saja bukan?
Bedanya, jaman sekarang media sosial seperti Twitter, FB, BBm sudah tidak dipakai lagi. Anak jaman sekarang lebih banyak menggunakan youtube, snapchat, instagram, dan media baru lainnya.
Jadi tidak heran dong kalo awkarin memposting video ungkapan perasaan cinta dia, sayang dia, sedih dia, bahkan sampai video ungkapan sakit hatinya serta wish dia untuk mantannya itu di snapchat, instagram, dan youtube kan?
Jadi tidak heran dong kalo awkarin memposting video ungkapan perasaan cinta dia, sayang dia, sedih dia, bahkan sampai video ungkapan sakit hatinya serta wish dia untuk mantannya itu di snapchat, instagram, dan youtube kan?
Ada yang bilang awkarin merusak moral bangsa karna mengupload video dengan konten berisi kata-kata makian dan adegan yang seharusnya tidak boleh dilihat oleh anak kecil yang nantinya kelak menjadi penerus bangsa?
Hmmm.. kalo kamu takut anak-anak kamu rusak moralnya, ya kalo masih kecil jangan dibiarin nonton youtube sendiri dong. Moral anak ya tergantung dari orang tuanya, bukan tergantung awkarin :)
Saya tegasin ya...
Saya sama sekali tidak menyatakan awkarin benar dengan gaya vlognya dan tutur katanya, saya juga kebetulan bukan orang yang cara bergaulnya pro karin kok. Saya hanya....
*menghela nafas*
lelah.....
Dengan semua cacian netizen yang berlagak seperti mereka tau segalanya.
Padahal? kenal aja enggak kan :)
Jangan cari kambing hitam buat rusaknya moral bangsa. Coba lihat diri sendiri, udah jadi contoh atau penolong belom buat orang-orang sekitar? Apa kalian kerjanya cuma komen sama bikin keributan doang?
Buat orang kaya gitu,
Ke Kanjeng Dimas gih, minta gandain kebaikannya. Ati-ati kebaikannya kalah sama kejahatan dari mulutnya loh :)


