Minggu, 19 Oktober 2014

KEPUTUSAN bukan PERASAAN

Holla! Udah lama gak corat-coret blog, hari ini gw mau ngebahas tentang keputusan dan perasaan. Ya siapa tau jadi pertimbangan sebelum kalian berpacaran atau berhubungan dengan seseorang. Selamat membaca! :):):)

Dari pengalaman yang gw denger dari orang lain dan diri gw sendiri, ada beberapa faktor yang membuat orang menjalin hubungan dengan orang lain :

  • Cinta.
  • Baik
  • Dianggap bisa mengerti dia
  • Tampan/Cantik
  • Materi
  • Humoris
Dalam sebuah hubungan tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal di atas diperlukan, namun hal-hal diatas bukanlah dasar yang kuat dalam menjalin sebuah hubungan.

Selama ini, setiap kali gw tanya kenapa sebuah pasangan mau berpacaran dengan pasangannya maka jawabannya bermacam-macam. Ini adalah beberapa yang gw inget :

"Dia baik banget melllllll"
"Gak tau mel, cinta kan gak ada alasan"
"Gw cinta banget sama dia mel"
"Dia memang gak ganteng mel, tapi bisa menunjang hidup dan kebutuhan gw"
"Dia lucu mel"

Dan masih banyak lagi sebenernya, cuma itu aja yang gw inget. Akhir kisah cinta yang mereka banggakan di awal itu kebanyakan berakhir dengan sedih sih sebenernya. Dari situ gw bisa menarik kesimpulan dasar dari hubungan mereka bukanlah dasar yang bener.
  1. Cinta, bisa hilang. Hal itu terbukti dari pasangan-pasangan yang telah menikah atau pacaran lama dan akhirnya jenuh dan mencari pasangan lain. Kalo kata Raditya Dika, cinta itu bisa kadaluarsa.
  2. Materi, bisa habis. Hal itu dapat membuat sebuah pasangan bubar dan memutuskan berpisah karna memang benar materi itu bisa habis dan mereka menganggap pasangannya sudah tidak dapat memenuhi kebutuhannya lagi sehingga akhirnya memutuskan untuk berpisah.
  3. Tampan/Cantik, itu gak kekal. Kedepannya akan banyak yang lebih cantik dan lebih tampan dari pasangannya, kalo tampan/cantik menjadi dasar dalam sebuah hubungan tentu hubungan itu tidak akan berjalan lama
  4. Baik, Pengertian, Humoris. 3 hal itu bukanlah hal yang bisa dituntut dilakukan seseorang setiap saat. Karna ada fasse dimana orang baik, pengertian, dan humoris menjadi tidak baik, pengertian, dan humoris lagi karna masalah yang dialaminya. Ketika saat itu tiba banyak kekasih yang memutuskan untuk berpisah karna mereka pikir pasangannya itu berubah, sudah tidak pengertian, baik, dan lucu seperti dulu lagi. Padahal pasangannya itu sedang mengalami masalah.
Gw menegaskan bahwa ada perbedaan  yang sangat jauh dari "Gw memutuskan untuk menyayangi dia" dan "Gw sayang dia" . Kalo kita memutuskan sesuatu maka kita harus komitmen, gak peduli apa yang terjadi kedepannya, apakah cinta kita hilang, materi kita hilang, kecantikan dan ketampanan kita pudar, dan pasangan kita berubah, kita akan tetep mencari cara untuk menyayanginya karna kita sudah memutuskannya. Sedangkan kalo kita bilang kita sayang seseorang tanpa sebuah keputusan maka perasaan itu bisa hilang biasa saja karna saat kita mengatakannya kita tidak memegang sebuah komitmen.

Dasar dari kasih dan menyayangi seseorang itu sebuah keputusan, bukan sebuah perasaan. :)

Contoh nyata "gw memutuskan untuk sayang sama bokap gw" . Dari statetmen itu gw selalu memegang komitmen untuk sayang sama bokap gw, kapanpun, dimanapun, saat kapanpun, bahkan saat gw kecewa banget atau sebel banget, saat keadaan seperti gw gak dianggap, saat gw keliatan sendiripun gw akan tetep sayang sama dia dan gak akan pernah mengucapkan kata sia-sia ke dia. Dan yang terpenting dari mengambil sebuah keputusan menyayangi seseorang adalah kita akan selalu mendoakan dan berharap dia akan terus ada untuk kita sayangi :)

Jadi kalo udah berani mengambil keputusan baru deh ambil komitmen untuk berhubungan. Dijami awet, tapi harus inget Tuhan dalam setiap hubungan kalian jadi dijagain terus sama Dia. Yauda deh gitu aja, amel mau belajar lagi UTS nih! Doain ya. Gbu :)

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...