Sabtu, 02 November 2024

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali.


"Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?"


Setelah semua standarisasi hidup yang sudah aku bangun sedari dulu, kali ini aku kalah? Aku menjadi orang yang selama ini tidak pernah aku sukai?


Untuk mengakui bahwa aku salahpun, aku sudah tidak punya tenaga akan itu. Saat ada orang lain yang menegurku (bahkan dengan sangat lembut) aku akan dengan sangat tegas mengatakan bahwa pikiran mereka salah. Aku cenderung menjadi defensive dan menyerang mereka balik dan bukan mengakui bahwa "iya aku salah".


Mungkin semua itu didasari oleh perasaan "paling menderita" yang aku alami. Aku kasian atas diriku, masa laluku, aku merasa aku tidak diijinkan semesta untuk merasakan apa itu bahagia akan cinta. 


Tapi pahitnya, di atas rasa kasihanku akan diriku, aku tau ada pribadi lebih aku sakiti. 


Aku sempat berpikir, eh maaf kurevisi. Aku selalu berpikir untuk mengakhiri semua ini, tapi dia datang terus. Dia terus berusaha menghancurkan tembok pertahanan yang sudah kubangun tinggi. Akupun cape karena terus kalah.


Aku sampai kebingungan, ini sebenarnya peranku itu 

pelaku kejahatan, 

korban, 

atau

Orang asing yang merasa penting satu pihak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...