Jumat, 17 Januari 2014

Mulailah dari diri sendiri. Indonesia :)

"Berenang gratis! Berenang gratis!" demikianlah suara yang kudengar dari balkon rumahku. Kulihat beberapa anak berpakaian lusuh yang sudah hampir bisa dikatakan basah kuyup sedang asik bermain-main di depan rumahku. Bukan berenang di dalam kolam renang yang selayaknya, bukan berenang  di dalam permandian air panas yang memang sedang dibuka gratis, dan bukan berenang di kenangan masa lalu juga *lho. Mereka berenang di genangan air banjir yang lumayan tinggi, ya sekitar sebetis dari tinggiku yang 157 ini.


Banjir. Iya banjir. Inilah yang lagi dialami oleh negara yang sangat kucinta ini, Indonesia. Banyak bencana alam yang semakin nyata terjadi akhir-akhir ini. Manado terkena banjir bandang, dan Jakarta pun ikut terkena banjir, Bogor juga tidak berhenti hujannya. Akibatnya banyak rakyat yang memang kesusahan karena bencana alam ini.

Hah.. Rasanya ingin mengadu dan meratap kepada semesta. Terlintas sejenak di benak, kenapa udah terkena musibahpun mereka tidak dapat berballik dan sadar akan kesalahan sendiri, melainkan hanya terus menyalahkan orang lain. Mengapa mereka hanya terus mengeluh...mengeluh....dan mengeluh..

Semua karena SBY tidak benar mimpinnya. Semua karena bu Ani sibuk main sosial media di saat banjir kaya gini. Semua karena Ahok sama Jokowi tidak membimbinga Jakarta dengan benar. Semua karena dia. Semua karena ini. Dan semua karena itu. Atau mungkin semua karena kamu belum bisa move on dari mantan kali *abaikan*.

Semua saling menyalahkan dan terus mengeluh. Sedangkan aku? aku hanya terdiam di kamar dan merenungkan hal yang lebih berguna kulakukan ketimbang mengeluh. "Mengapa tidak melakukan hal lain yang lebih berguna daripada hanya mengeluh dan mencela orang lain? Mengapa tidak memulai segala perubahan dari diri sendiri terlebih dahulu?" .

Ketika semua orang mengharapkan seorang presiden yang bisa membimbing mereka keluar dari masalah ini, kenapa tidak kita mulai dengan memberikan dukungan dan ikut berdoa supaya presiden kita bisa punya hikmat memutuskan segala sesuatu? 

Saat kita mengharapkan kemajuan kota Jakarta dengan keberadaan gubernur dan wakil gubernur yang baru, kenapa kita gak mulai dari mendukung mereka dan tidak usah memikirkan yang namanya perbedaan budaya? Sebuah sekolah bisa maju karena memiliki guru yang lengkap dengan berbagai macam latar pendidikan yang berbeda, kenapa kamu tidak mau menerima ras yang berbeda kalo itu juga bisa bikin Indonesia maju?

Jangan hanya terus menuntut. Mereka pasti berusaha sebisa mereka, tapi balik lagi ke kita,kalo kita tetep buang sampah sembarangan ya jakarta tetap banjir. Dan juga daripada update" protes bukannya lebih baik kita mikirin saudara kita diluar sana yang kena banjir? oke mungkin kalian gak bisa ke tempat pengungsian, tapi bisakan kalian berdoa buat mereka?

Dan akupun bergelut kembali dengan beberapa broadcast yang akhir-akhir ini banyak dikirimkan oleh teman-temanku. Banyak kata-kata yang mengatakan "Besok Jakarta tenggelam" . Hey kalian itu punya kuasa loh, kenapa sering mengucapkan kata-kata yang jelas-jelas mengutuki kota sendiri. Di twitter maupunn path aku juga sering melihat ada beberapa orang yang menulis sttus yang seakan mendaoakan memang jakarta akan lenyap. Hey balik lagi omongan kalian punya kuasa loh, omongan itu doa. Mulailah perkatakan yang baik untuk kota dan negara sendiri.  

Inget kan kata orng kalo pacaran dan mau lenggeng itu harus dari diri sendiri dulu baik, supaya pacarnya nyaman dan gamau pindah-pindah. Kalo kalian mau Indonesia berubah mulailah dari diri sendiri, dukung presiden kita, gubernur dan wakilnya, semua kepengurusan di Indonesia. Memang sepertinya kepengurusan di Indonesia ini sudah berantakan, ada yang korupsi dan kalian mungkin merasa tertipu.

Mulailah berdoa dan menjadi orang yang tidak mengutuki bangsa dan pemimpin kita sendiri di antara orang yang keliahatannya memang tidak memperdulikan negara kita ini. Ayok berubah dan jadi dampak. 

Kalo sedikit ragi aja bisa ngembangin seluruh isi roti, begitu juga kita. Meski kita terlihat gapunya apa-apa tapi percayalah kalo kalian lakukan hal kcil yang baik itu akan jadi dampak buat banyak orang. Karena kalo gak dimulai dari kita siapa yang akan memulai?

Gbu :)

Kamis, 16 Januari 2014

Bahagia itu......

Bahagia itu saat.....

Hah... terlintas berkali-kali pernyataan yang mempertanyakan apasih bahagia itu. Banyak hal yang terus melewati pikiran gw dan membuat gw kembali akan masa-masa dimana gw pernah mengalami masa-masa yang ngebuat gw gak bisa tidur saking senengnya.

-Bahagia itu saat sms gw dibales sama cowo yang gw suka-
-Bahagia itu saat gw dapet hp baru-
-Bahagia itu saat gw dapet nilai yang baik padahal gw gak belajar-
-Bahagia itu saat gw dapet gadget baru-
-Bahagia itu saat gw dibayarin makan-

Kebanyakan kebahagiaan itu diungkapkan dengan cara yang seperti itu. Jarang bahkan mungkin hampir tidak ada orang yang mendeskripsikan kebahagiaan seperti :

-Bahagia itu saat gw bales sms cowo yang suka sama gw padahal gw gasuka sama dia-
-Bahagia itu saat gw kasih orang hp-
-Bahagia itu saat gw dapet nilai jelek karena gw gak belajar-
-Bahagia itu saat gw kasih orang gadget baru-
-Bahagia itu saat gw bayarin orang makan-

Jarang sekali ditemui yang seperti ini di masyarakat kita sekarang ini. Rata-rata kebahagiaan seseorang karena didasari oleh pemenuhan kebutuhan diri sendiri. Kebahagiaan orang-orang sekarang ini lebih banyak dikarenakan apa yang terbaik terjadi buat dia, bukan buat orag lain. Tapi gw ada sebuah kutipan yang menarik dari bahan UAS Agama&Etika di kampus gw. Gw mengutip teori Utilitarianisme :
kebahagiaan tidak saja dilihat dari kepentingan pelaku (saya bahagia) tetapi kebahagiaan semua orang yang menjadi dampak tindakan berguna seorang pelaku(mereka juga bahagia).
Inti dari teori ini adalah dia bahagia maka saya bahagia. Jarang banget diliat dari jaman sekarang ini orang mikirin orang lain dulu baru diri sendiri. Dan kembali lagi gw teringat sama kotbah yang gw denger minggu lalu. Pendetanya mengatakan kunci dari panjang umur dan hidup bahagia itu adalah memikirkan orang lain.

Kalo kamu? Lebih milih mikirin diri sendiri terus apa coba buat memikirkan orang lain? Bukannya lebih bahagia menjadi pemberi daripada hanya terus menerima ? :)

Kamis, 02 Januari 2014

Happy New Year !!!! :)

Happy New Year semua pembaca setia blog saya. Sorry kalo terlambat. Tapi prinsipnya itu lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali :))

Semoga di tahun 2014 kita semua makin diberkatin. Yang kerja, kerjanya makin sukses. Yang sekolah makin maju. Semuanya Tuhan kasih yang terbaik buat kalian smua. Semoga yang jomblo makin diberi kesabaran buat nunggu yang nanti terbaik dateng. Inget, yang terbaik itu dateng bukan karena dicari tapi karena udah waktunya ketemu. Dan semoga setiap hati kalian makin diperbaharui di tahun ini. Banyak jaga hati, tahun ini adalah tahun dimana pintu terbuka. Terus berdoa, biar Tuhan yang bantu kalian lewatin setiap masalah di depan. Jangan minta Tuhan hilangkan masalah, tapi minta Tuhan  buat tuntun kalian lewatin masalah itu.

Karena waktu Tuhan udah gak lama lagi, pasti akan semakin banyak masalah kedepan. Jangan mundur dan tetap semangat  ya kawan, kalo gak kuat atau sakit doa aja, Tuhan kita itu Tuhan yang maha mendengar, dan Dia tau jelas gmana perasaan kalian. Berdoa juga buat pemilu dan negara kita ini, biar kedepannya yang terbaik Tuhan pilih. okeoke?

Merry Christmas 2013 & Happy New Year 2014

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...