Selasa, 23 Juni 2015

Pacaran itu Merepotkan?

Bulan September tahun lalu, tepatnya ketika bulan sudah mulai menunjukkan wujudnya.
 “Kamu gak punya pacar apa? Kayanya setiap hari kerjamu hanya main komputer dan pergi dengan teman-teman lelakimu” 
“Gak ah, ngapain pacaran. Repot. Aku mah mending php-phpin cewe aja. Gak repot dan keluar duit, lagian siapa cewe yang gak mau sama aku.”
Percakapan yang terjadi antara tanteku dan saudaraku yang  berusia satu tahun diatasku.
Memang dia bukanlah lelaki yang tergolong kurang tampan, wajahnya hasil gabungan German dan Jawa, badannya tinggi, dia juga aktif dalam kegiatan panitia kampus dan UKM. 
Dengan keadaannya yang seperti itu, tidak heran jika sejak SMP ada saja gadis yang berusaha mendekatinya.

Sebut saja dia Nelson..

Nelson bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Sejak kami masih memakai seragam putih-biru hingga putih-abu aku senang untuk menanyakan perihal cewe yang dekat dengannya. Namun, jawaban dia sama saja seperti bulan September tahun lalu. Dia menganggap jatuh cinta itu repot. Dia senang untuk bercerita ke adikku mengenai teman-teman wanitanya yang cantik, tapi dia tidak pernah menceritakan wanita yang benar-benar dia sukai.

Hingga akhirnya kami memasuki masa perkuliah dan aku menemukan dia pulang dengan membawa se-bouqet bunga mawar yang dihias indah.“Semangat padus dan pelayanannya ya. :)  –JR” begitulah isi pesan yang terdapat di dalam hiasan bunga itu. Saat itu akupun memprediksi bahwa dia sedang jatuh cinta, karena tidak mungkin jika dia memberikan bunga yang tergolong mahal itu kepada lelaki-kan? K

Naluri ingin tahukupun meledak-ledak dan aku langsung menghubungi sahabatku yang satu tempat kuliah dengan dia, dan…. Betul sekali! dia mengkonvirm bahwa Nelson sedang dekat dengan seorang wanita.

Semenjak itu Nelsonpun berubah, orang yang biasanya cuek dan ketus berubah menjadi sosok yang sedikit hangat dan romantis. Setiap pulang kerja dia tidak lupa untuk menghubungi wanita yang dia suka tersebut. Dia bela-belain telponan di depan kamar hanya demi tidak terdengar olehku, padahal di diluar banyak nyamuk. Lalu dia juga sempat menghabiskan pulsa 200rb untuk membeli quota dan menelpon gadisnya di bawah, karena nyamuk di bawah tidak sebanyak di atas.

Dia sempat mengeluh tidak ada uang karna habis makan di tempat yang tergolong mevvah dengan wanitanya, tapi tidak ada penyesalan sama sekali di wajahnya. Lebih tepatnya dia terlihat puas dan bahagia. Dengan melihat pengorbanannya ini, aku semakin sadar bahwa benar saudaraku yang biasanya memikirkan dirinya sendiri dan cuek ini sedang sangat jatuh cinta.

Dari semua pengorbanan itu, bagian yang paling aku suka adalah ketika aku tidak sengaja melihat bagian depan dompetnya dan  wallpaper handphonenya. Ada foto seorang wanita terpasang disana.  Bukan hanya di hp dan dompetnya saja, di dp linenyapun terpasang foto dia dan wanitanya. Padahal wanitanya tidak memasang foto dengan dia, tapi dia tidak memperdulikannya dan memilih untuk tetap memasangnya.

Hal simple tapi aku bisa merasakan kehangatan di dalamnya. Saat seorang lelaki memilih memasang dan memamerkan foto wanita yang disayanginya tanpa disuruh sehingga semua orang tau bahwa dialah gadisnya. Siapa wanita yang tidak tersentuh hatinya?

Lelaki yang baru jatuh cinta memang lucu, sangat tulus meskipun terkadang terlihat kekanak-kanakan dan alay. Saat-saat ngambek karena cemburu, berkorban banyak hal sampe lupa sama diri sendiri, telponan berjam-jam sembari membunuh malam, dan lain-lain. Tapi menurutku disitulah essensinya, saat-saat seperti itulah yang tidak akan bisa terlupakan.

 “Seberapapun target hidup dan standart pasangan kamu, akan kalah ketika kamu jatuh cinta tanpa alasan”

Aku sangat setuju dengan kata-kata tersebut karena aku melihat semua buktinya di depan mata. Seorang Nelson yang memiliki watak keras kepalapun kalah dengan segala omongan-omongannya sendiri dan berakhir jatuh cinta.  Longlast ya koko Nelson. Godbless :)

Kamis, 18 Juni 2015

Pria yang mengisi masa SMPku, apakabar?

"Amelia? Gendut? Kamu gak bales pesan aku? Jagoan? bales dong yank.... Pokoknya jangan bertingkah aneh-aneh, ruginya di kamu yank. inget jenis kelamin. aku sayang kamu ndut"

.
Facebook, May 13 2010 08;34 PM
Setelah itu kita ngobrol sebentar lalu offline, 
Tidak lagi bertukar kabar,
Menjalani kehidupan SMA,
dan berpisah.

Sangat tiba-tiba dan tanpa jejak.

Hai kamu kenangan di masa SMPku, apa kabar? 
Kemarin malam aku terpikir untuk berucap terima kasih kepadamu setelah tidak sengaja melihat kembali pesanmu di masa itu.  Berucap terima kasih ya, bukan baper, ngungkit atau galauin masa lalu lagi. Aku ucapin terima kasih disini karna aku tau bahwa aku dan kamu akan sangat susah berkomunikasi lagi. Itu bisa dilihat dari fakta bahwa kamu adalah alumni SMP Strada MU yang gak pernah ngumpul bersama angkatan 2010, kamu hilang dan tidak ada tau jejakmu bahkan sahabat dekatmu dulu. Jadi disini aja, siapa tau kamu baca.

Jika aku ingat-ingat, hari yang kita lewati........... sangat banyak ya hahahaha, namun aku sama sekali tidak pernah berterima kasih kepadamu. 

Saling mencibir di saat MOS hingga ingin aku ajak berantem kamu di depan pohon sekolah, namun sayang kecepatan supirku lebih cepat menjemputku daripada jalanku ke arahmu.

Kenalan kita dimulai ketika aku bergabung dengan redaksi mading dan kamu ingin menulis DUDU di dalam mading pertamaku.
Baikan dan bertukar nomor hp di acara promosi pensil stabilo.
Kamu telepon aku dan aku tidak mengangkatnya karna kukira itu nomor orang aneh di kelasku,

Sampai akhirnya aku angkat dan itu............. kamu.
Kita berbincang satu jam lebih dan bercerita satu sama lain, saat itu kamu masih menghubungiku menggunakan telepon rumah. Kamu mengatakan bahwa besok kamu akan menghubungiku lagi di jam 4 sore.
Keesokannya dari jam 3 aku sudah siap-siap. Ketika jam pas menunjukkan angka 16.00 teleponku berdering dan itu kamu. Kamu mengatakan bahwa kamu juga sudah menunggu jam 4 dari tadi.

Kamu menyatakan cinta pada tanggal 23 Agutus 2007 di tengah lapangan sekolah ketika istrahat, dengan ditonton oleh banyak orang, akupun menjawab "iya mau". Aku ingat setelah itu kamu mentraktir teman-temanmu dengan susu kacang karna aku menerimamu.

Cerita kitapun di mulai....

  • Kita jadian, melakukan persaingan pada saat pemilihan waketos di tahun pertama SMP, 
  • LDK OSIS pertama ketika kamu terpilih menjadi waketos dan aku sekretarisnya disitu kamu memberikanku coklat tobleron putih, 
  • Pegangan tangan di bulan ketiga dan saat itu aku seperti tersetrum (maklum baru pertama kali),
  • Karyawista ke kebun raya bogor, 
  • Bikin majalah sekolah bareng, 
  • Jadi panitia LDK, Persami, HPS, Natal, Paskah, Pensi dan acara-acara sekolah lainnya selama 3 tahun. Kita selalu jadi panitia bareng tapi tidak pernah sekelas karna guru-guru tau kita pacaran,
  • Cemburu-cemburuan sampe badmood seharian, 
  • Nangis bareng di kelas pas berantem,
  • Berantem besar sampai tidak berbicara setengah tahun, lalu kembali berbaikan di kelas tiga karna nazarmu "kalo lulus tes masuk Gonzaga gw bakal minta maaf sama Amel". Aku ingat saat itu kamu mengunjungiku ketika aku sedang latihan MD. 
  • Kita sempet 3x kali putus dan kamu menjalin hubungan dengan wanita lain tapi itu hanya berlangsung sebentar dan saat itu kamu tetap menghubungi aku. Hanya sebentar kamu mengakhiri cerita dengan mereka dan kembali melanjutkannya denganku karna katamu mau kemanapun pasti ujungnya balik ke aku. Akupun merasakan yang sama dulu.

begitu terus hingga tiga tahun dan kita lulus SMP.

Terima kasih ya :)
Terima kasih sudah membuat masa itu terasa sangat berwarna.
Terima kasih juga sudah mengenalkanku kepada keluargamu, terutama Alm. Mamamu. 
Aku turut berduka ya bombay...
Beberapa bulan sebelum beliau meninggal, beliau sempat menghubungiku di fb dan kita sempat ngobrol sebentar. Dia tetap ramah, itu terlihat dari isi pesannya danjuga ketika aku pergi ke rumahmu bersama kakak dan irene, senyum yang mirip dirimu tak pernah lepas dari wajahnya.
Maaf aku tidak datang pada saat pemakamannya, waktu itu sedang banyak sekali urusan dan aku terlalu takut untuk bertemu kalian, terutama kamu.


Kata-kata pada pembukaan blogku ini tidak aku sangka adalah kata yang mengakhiri semua cerita kita. Sangat tiba-tiba dan tidak ada jejak. Seperti saat kita jadian. Sangat tiba-tiba dan tidak berjejak.

Anw, aku senang karna aku tahu kamu sudah bahagia dengan gadismu sekarang. Akupun juga begitu. Kita sudah sama-sama menemukan calon yang akan mendampingi kita nanti. Amien :)

Aku sudah punya pacar yang sangat amat aku sayang bay. Aku sudah memilih yang terbaik, seperti pesan kamu dulu. Dia baik meskipun rada ketus dan cuek. Dia punya beberapa pola pikir yang mirip dengan dirimu. Kegilaannya pada olahraga menyamai dirimu, hanya saja olahraga yang kalian minati berbeda.

Sentuhan tangannya hangat, aku berharap tangannya itu tidak akan pernah melepaskanku walau dalam situasi apapun. Kapan-kapan kalo Tuhan mengijinkan, akan aku kenalkan kepadamu ya! Lelaki yang berhasil mengambil porsi yang sama dengan dirimu dulu. Aku sangat menyayanginya, sangat amat menyayanginya hehe :)

Akhir kata, pesanku untukmu adalah.... kamu harus bahagia ya bombay! Maaf kalo aku ada salah baik sengaja maupun gak disengaja. Salam untuk kakak, adikmu, dan ayahmu, aku harap mereka selalu sehat dan bahagia. Oia titip pesan juga untuk gadismu "jaga (namamu) baik-baik ya!" karna yang aku tau, spesies orang Bali kaya kamu langka. Godblss :)

Nihh sepenggal buku diary gw pas SMP yang isinya dari dia, kalo gw baca lagi tuh buku bikin pengen lupa ingatan aja deh. Alay bangets gw. Ghelaaaaaa! Hahaha.




Sabtu, 13 Juni 2015

aku tidak suka "Pengalaman" .

"Pengalaman"
Sesuatu yang membuat semua yang di depan berubah. 
"Iya dulu aku nangis di ruang tamu pas putus. Kalo sekarang aku sih udah gak mau nangis-nangis lagi. Bego banget nangis, sedih boleh tapi gausah sampe nangis"
"Kan ini pengalaman aku sama yang lama, dulu tuh aku cemburuan banget. Makanya aku sekarang belajar buat gak gitu lagi. Jadi kamu mau ngapain juga terserah"
...........
Ahelah.  
Begitu aja terus sampe bumi jadi bentuk hati.

Kita para cewe sudah lelah guys...

Emang bego kalo nangis? Apa begonya ? Buat kita itu lebih terdengar tulus daripada cowo-cowo kebanyakan yang langsung pergi karna mikir toh bisa dapet cewe lain.

Cemburu. Sebenerny kita gak mau juga punya pacar yang cemburunya lebay, tapi lebih ke takut kehilangan gitu. Setiap bilang dulu aku tuh, dulu aku tuh, dulu aku tuh.... hhhh~ rasanya pengen bilang "kan sekarang sama gw. Gw tampol lu!".

Kalo bener-bener cuek, apa apa boleh malah kita jadi mikir sebenernya takut gak sih kehilangan... Tapi pasti bakal dijawab iyaa takut, cuma kan caranya beda. Sebenernya males banget dengernya, kalo takut ya tunjukin. Bodo amat deh kekanak-kanakan, karna kita tipe orang yang baru percaya kalo ditunjukin bukan cuma diomongin.

Ini untuk pengalaman gw pribadi,
Emang haram hukumnya ngebandingin sama mantan.. Ini bukan flashback atau ngungkit, cuma mau kasih tau aja kalo gw selalu memperlakukan pacar gw sama untuk hal-hal yang positif. Tulusnya sama, berkorbannya sama, perhatiannya sama, percayanya sama, meskipun gw pernah ngalamin dibegoin di masa lalu karna itu semua tapi gw tetep lakuin itu. 

Menurut gw setiap orang punya kesempatan yang sama. Kalo soal dibegoin lagi, gw gak pernah mikirin ke sana karena menurut gw gak baik berpikiran buruk apalagi masih menjalin hubungan. Seandainya gw beneran dibegoin lagi ya brarti bukan yang terbaik, tapi setidaknya gw udah coba kasih yang terbaik. 

Yang negatif di masa lalu boleh banget dikurangin, tapi yang tulus-tulus ya jangan. Kalo kamu pernah tulus dan dia ngecewain, kamu gak mau tulus lagi gitu? Curang dong dia yang udah rasain tulusnya kamu tapi nyia-nyiain. 

Kenapa gak terus mencoba tulus sampe dapet yang tulus juga? Kan kasian orang yang uda mencoba tulus ke kamu tapi gak bisa dapet ketulusan kamu karna pengalaman masa lalu? 

Jadi jangan selalu jadiin 'dulu' itu sebagai patokan guys. Gak semua kejadian itu menghasilkan cerita yang sama karena kalian menjalani kejadian itu dengan orang yang berbeda. Orang yang lebih tulus, lebih sayang, dan lebihh menghargai kalian.

Karna kejadian yang sama jika dilewati dengan orang yang berbeda pasti menghasilkan pengalaman yang berbeda juga. :)

Menemani Ibu Belanja

Pernahkah kamu menemani ibumu berbelanja? 
Jika iya, masih ingatkah kamu dengan barang bawaan yang dimintai tolong ibumu untuk kamu bawa?

Barang bawaan yang dibawa ketika kamu masih anak kecil dengan ketika kamu sudah dewasa pasti memiliki berat dan ukuran yang sangat berbeda. 

Misalnya, ketika kamu kecil kamu hanya diminta membawa satu kantong plastik berisi indomie, sedangkan ketika kamu sudah dewasa kamu diminta membawa lima kantong plastik yang berisi minuman kaleng, sabun cuci piring, minyak, detergen, dan sesuatu yang berat lainnya.

Menurutku sebuah hubungan bisa diibaratkan dengan 'Barang Bawaan ketika Menemani Ibu Berbelanja'. 

Jika masih anak kecil atau kita sebut saja hubungan yang masih awal, maka masalah yang akan kamu bawa tentu masih ringan. Masalah yang kalian hadapi paling hanya salah paham sedikit, lalu kalian akan kembali berbaikan dan kembali seperti biasa.

Berbeda dengan orang dewasa atau hubungan yang sudah lumayan lama, masalah yang kalian bawa sudah semakin berat. Hal itu dikarenakan kalian  sudah mulai saling mengenal dan mengetahui kekurangan dan kelebihan satu sama lain, sehingga membuat hubungan ini lebih berat.

Di fase ini pasti muncul yang namanya cemburu, kata putus, ngambek, berantem hebat hingga rasanya kalian ingin merenung sendiri dulu, dan masih banyak lagi. Masalah-masalah ini yang aku sebut dengan beban yang ada di dalam kantong plastik yang kian hari semakin berat.

Ingat! plastik belanja bisa robek dan menjatuhkan belanjaan hingga hancur jika tidak dijaga dengan baik. Memang sih bawaan kamu jadi ringan, tapi ingat kamu akan kesusahan karna tidak ada belanjaan yang tersisa. 

Kita samakan saja jika kamu tidak menjaga kepercayaan seseorang, dia bisa pergi. Memang terlihat lega karna tidak ada orang yang marah-marah lagi dan mengganggu kalian, tapi lama-kelamaan biasanya kalian akan menyesal di akhir dan merasa kesepian karna kalian baru sadar bahwa beban-beban itu juga salah satu pelengkap hari kalian.

Akhir kata, 

"Semakin bertambahnya umur maka bawaan yang akan kamu bawa semakin banyak dan berat. Masihkah kamu akan tetap menemani ibumu?"

Pertanyaan itu sama dengan 

"Semakin lama hubunganmu maka masalah yang akan kamu hadapi akan semakin banyak, masihkah kamu akan tetap setia bersama pasangamu?"


--------
Anw, gw baru setengah tahunan kemarin. Yeyeyeyey! Longlast terus ya alex papoy! Jangan galak-galak! Maafin aku kalo aku suka ngeselin dan gajelas, semua karna aku belajar dari kamu. Maaf juga kalo aku banyak kekurangan, aku bakal belajar buat ngurang-ngurangin kekurangan aku kok. Tetep gila-gilaan dan terima aku apa adanya yaaaaa. Aku sayang kamu dan bau ketekmu! Gbu hihi x)

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...