Minggu, 19 Oktober 2014

KEPUTUSAN bukan PERASAAN

Holla! Udah lama gak corat-coret blog, hari ini gw mau ngebahas tentang keputusan dan perasaan. Ya siapa tau jadi pertimbangan sebelum kalian berpacaran atau berhubungan dengan seseorang. Selamat membaca! :):):)

Dari pengalaman yang gw denger dari orang lain dan diri gw sendiri, ada beberapa faktor yang membuat orang menjalin hubungan dengan orang lain :

  • Cinta.
  • Baik
  • Dianggap bisa mengerti dia
  • Tampan/Cantik
  • Materi
  • Humoris
Dalam sebuah hubungan tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal di atas diperlukan, namun hal-hal diatas bukanlah dasar yang kuat dalam menjalin sebuah hubungan.

Selama ini, setiap kali gw tanya kenapa sebuah pasangan mau berpacaran dengan pasangannya maka jawabannya bermacam-macam. Ini adalah beberapa yang gw inget :

"Dia baik banget melllllll"
"Gak tau mel, cinta kan gak ada alasan"
"Gw cinta banget sama dia mel"
"Dia memang gak ganteng mel, tapi bisa menunjang hidup dan kebutuhan gw"
"Dia lucu mel"

Dan masih banyak lagi sebenernya, cuma itu aja yang gw inget. Akhir kisah cinta yang mereka banggakan di awal itu kebanyakan berakhir dengan sedih sih sebenernya. Dari situ gw bisa menarik kesimpulan dasar dari hubungan mereka bukanlah dasar yang bener.
  1. Cinta, bisa hilang. Hal itu terbukti dari pasangan-pasangan yang telah menikah atau pacaran lama dan akhirnya jenuh dan mencari pasangan lain. Kalo kata Raditya Dika, cinta itu bisa kadaluarsa.
  2. Materi, bisa habis. Hal itu dapat membuat sebuah pasangan bubar dan memutuskan berpisah karna memang benar materi itu bisa habis dan mereka menganggap pasangannya sudah tidak dapat memenuhi kebutuhannya lagi sehingga akhirnya memutuskan untuk berpisah.
  3. Tampan/Cantik, itu gak kekal. Kedepannya akan banyak yang lebih cantik dan lebih tampan dari pasangannya, kalo tampan/cantik menjadi dasar dalam sebuah hubungan tentu hubungan itu tidak akan berjalan lama
  4. Baik, Pengertian, Humoris. 3 hal itu bukanlah hal yang bisa dituntut dilakukan seseorang setiap saat. Karna ada fasse dimana orang baik, pengertian, dan humoris menjadi tidak baik, pengertian, dan humoris lagi karna masalah yang dialaminya. Ketika saat itu tiba banyak kekasih yang memutuskan untuk berpisah karna mereka pikir pasangannya itu berubah, sudah tidak pengertian, baik, dan lucu seperti dulu lagi. Padahal pasangannya itu sedang mengalami masalah.
Gw menegaskan bahwa ada perbedaan  yang sangat jauh dari "Gw memutuskan untuk menyayangi dia" dan "Gw sayang dia" . Kalo kita memutuskan sesuatu maka kita harus komitmen, gak peduli apa yang terjadi kedepannya, apakah cinta kita hilang, materi kita hilang, kecantikan dan ketampanan kita pudar, dan pasangan kita berubah, kita akan tetep mencari cara untuk menyayanginya karna kita sudah memutuskannya. Sedangkan kalo kita bilang kita sayang seseorang tanpa sebuah keputusan maka perasaan itu bisa hilang biasa saja karna saat kita mengatakannya kita tidak memegang sebuah komitmen.

Dasar dari kasih dan menyayangi seseorang itu sebuah keputusan, bukan sebuah perasaan. :)

Contoh nyata "gw memutuskan untuk sayang sama bokap gw" . Dari statetmen itu gw selalu memegang komitmen untuk sayang sama bokap gw, kapanpun, dimanapun, saat kapanpun, bahkan saat gw kecewa banget atau sebel banget, saat keadaan seperti gw gak dianggap, saat gw keliatan sendiripun gw akan tetep sayang sama dia dan gak akan pernah mengucapkan kata sia-sia ke dia. Dan yang terpenting dari mengambil sebuah keputusan menyayangi seseorang adalah kita akan selalu mendoakan dan berharap dia akan terus ada untuk kita sayangi :)

Jadi kalo udah berani mengambil keputusan baru deh ambil komitmen untuk berhubungan. Dijami awet, tapi harus inget Tuhan dalam setiap hubungan kalian jadi dijagain terus sama Dia. Yauda deh gitu aja, amel mau belajar lagi UTS nih! Doain ya. Gbu :)

Jumat, 11 Juli 2014

Cerita Dibalik Cerita

Posisikan diri kamu sebagai orang awam yang tidak tahu apa-apa lalu kamu menyalakan televisi untuk menonton acara siang itu. Channel kamu berhenti di sebuah berita yang berjudul "Seorang Kakek Terbunuh dengan Pisau dan Badannya Dimutilasi". Setelah kamu simak berita itu lebih lama, ternyata pembunuhnya adalah seeorang yang masih muda, segar, sehat, dan saat ditanyakan oleh polisi apakah dia menyesal telah membunuh kakek itu, dia mengatakan "tidak".

Kita stop sampe situ, dan saya akan menanyakan apa yang ada dipikiranmu? dia manusia tidak ada moral? dia manusia tidak punya belas kasihan? dia manusia yang keji dan menjijikan? atau kamu malah berpikir bahwa dia bukan manusia tetapi binatang?

Itu adalah pikiran yang pada umumnya akan dimiliki setiap orang di jaman sekarang ini, tidak heran sih jika manusia jaman sekarang memiliki pikiran seperti itu. Kenapa saya bilang tidak heran? karna manusia jaman sekarang pada umumnya hanya melihat dengan sebelah mata, mereka malas untuk mengatahui lebih dalam lagi, malas untuk memperdulikan sesamanya.

Lanjut, setelah diselidiki lebih lanjut ternyata pembunuhan ini terjadi karena dendam masa lalu, dulu sang kakek adalah pembunuh dari ayah tersangka tersebut, sang kakek membunuhnya di depan mata kepala anak itu sendiri dan ternyata pembunuhan itu berhasil dimenangkan oleh si kakek karena "uang" dan "perlindungan" dari orang-orang yang memang memiliki kuasa hukum saat itu *mereka disuap*.

Kita berhenti lagi di situ dan saya menanyakan lagi apa yang ada dipikiran anda? ohh, pantes aja kakek itu dibunuh? kasihan sekali anak itu, tapi gak seharusnya sampe dimutilasi? ternyata emang kakek itu yang salah, wajar aja kalo dia bunuh kakek itu? atau pikiran yang lainnya?

Semua pikiran itu tidak penting sebenarnya, karna saat itu sudah ada yang menjadi "korban" dan sudah ada yang menjadi "pembunuh" . Kalo saya tanya, menurut kalian siapa yang korban dan siapa yang pembunuh? kakek itu pembunuh dan anak itu hanya balas dendam dan akhirnya jadi pembunuh juga? atau bagaimana? Banyak yang kalian pikirkan kan? dan sebenarnya pertanyaan yang paling ingin saya tanyakan adalah 
"kalian hanya kepo ikut-ikutan mikirin orang ini atau kalian memang benar-benar perduli?"
Saat anak itu tau bahwa ayahnya meninggal dengan tidak adil, dia mencari bantuan atau bahkan mungkin meminta pembelaan dari banyak orang tetapi yang dia dapatkan adalah "tidak ada" . Semua orang tidak mau perduli dan bahkan ternyata kasus itu ditutup dengan tidak adil. Dia tidak punya siapa-siapa dipihaknya, dia tidak punya orang yang percaya sama dia, dia tidak punya orang yang mendukungnya dan memberitahukan apa yang harus dia lakukan dan akhirnya dia membunuh. Apa yang kalian lakukan setelah dia membunuh? memikirkan semua yang jelek-jelek tentang lelaki ini. Dan setelah tau kenyataannya kalian baru mengubah pikiran kalian dan baru menyesali pemikiran kalian.

Secara tidak sadar, kita juga melakukan hal itu. Saat teman kita punya masalah, kita menanggapi dengan ogah-ogahan seakan ini bukan masalah yang penting, padahal mungkin itu hidup matinya teman kalian dan apa yang akan dia lakukan setelahnya adalah tergantung kalian tapi kalian jawab dengan acuh tak acuh atau bahkan memberi saran yang tidak baik. Jadi siapa pembunuh sebenarnya?

Kita juga sering mencap 1 teman kita karna omongan orang-orang yang bahkan belum tentu keakuratannya, membully orang karna katanya dia seorang "kleptomania" dan akhirnya karna semua orang menjulluki dan membully dia seperti itu, dia beneran menjadi kleptomania. Jadi siapa pembunuh sebenarnya?

Kita juga sering memandang seseorang sebelah mata, misalnya teman kita yang mempunyai dosa masa lalu, lalu kita menjauhi dan menyebarkannya, padahal mungkin teman kita itu sudah berhenti dari dosanya itu. Tapi karna omongan dan gosip yang kita sebar dia menjadi depresi dan akhirnya bunuh diri/gila. Jadi siapa pembunuh sebenarnya?

Kenapa seseorang suka mencari perhatian? karna mungkin dia tidak diperhatikan di rumah
Kenapa seseorang bisa tumbuh jadi orang yang keras? karna mungkin didikan dia di rumah
Kenapa seseorang bisa mencuri? mungkin situasi dan kondisi yang mengharuskan
Kenapa seseorang bisa tumbuh sbg pemaaf? karna dia pernah mengalami dimaafkan
Kenapa seseorang bisa sayang sm seseorang? karna dia pernah disayang dan tau rasanya disayang
Kenapa seseorang bisa berlaku tidak adil? kana di pernah diperlakukan tidak adil

Setiap cerita pasti memiliki cerita, karna semua manusia diciptakan pada dasarnya adalah baik, gak ada yang jahat. Tapi sadar atau tidak sadar terkadang kita adalah 'pembunuh' dari sisi baik seseorang. Kita terlalu malas untuk memperhatikan mereka, spend waktu buat mereka, dengerin setiap pendapat mereka dan jadi brother/sisternya. Dan jangan sampai 'kamu' jadi pembunuh dan mereka korbannya.

Gunakan kemampuan, kepribadian, bahkan waktu kita untuk hal yang berguna, bukan untuk hal-hal yang jelas-jelas gak berguna.

Terima kasih.

Janganlah engkau menuntut balas, dan jangalah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah Tuhan" Imamat 19;18


Kamis, 08 Mei 2014

Hello April :)

halo halo halo. :)
udah lama gak cerita nih, banyak hal yang gw alamin di bulan April sampe gak bisa dituangkan semua ke dalam sebuah tulisan. Dari cerita cinta, pertemanan, keluarga, semuanyaaaaaa. hah.... sampe berpikir untuk melarikan diri *eaaa lebay. Banyak juga dari teman-teman dan anon-anon di ask.fm yang sudah menagih cerita gw, jadi gw memutuskan untuk menuliskannya hari ini.

Ditemenin sama lagu someday - IU  dan Things Want to Do if I have a lover - G.na feat Rain gw bakal mulai menulis (buat kalian yang mau ikut turut merasakan beat jantung gw saat nulis cerita ini, boleh di download dulu lagunya hahaha biar tau seberapa mood perasaan gw, lagunya gw repeat" terus kok). 

Mulai dari mana ya, emm... dari pertemanan aja ya. Gw lagi sedikit mengalami konflik pertemanan kemarin, hal yang paling gak pingin gw alamin. Jujur aja gw adalah tipe orang yang gak suka punya konflik di dalam sebuah perteman, buat gw lebih baik berantem sama pacar/gebetan driapada sama sahabat sendiri. Kalo masalah ini gw gak bisa cerita banyak karena ini adalah masalah yang sedikit sensitif. Intinya kemarin gw sempet kecewa karena merasa gak dianggep. Menurut  gw (ini menurut gw loh ya, kalo salah maaf) , gw bukan orang gampang ngambek atau marah atau tersinggung cuma karena masalah pertemanan, tapi gak tau kenapa kemarin gw kecewa banget karena temen gw itu ngomong terang-terangann kalo gw itu intinya kaya gak ada artinya buat dia deh. Emang sih kedengerannya kekanak-kanakan cuma yaaa.. emang gw akui gw kekanak-kanakan karna marah pada saat itu tapi.... kalianpun gak akan ngerti kenapa gw bisa sampe kecewa banget karena sebenarnya banyak hal yang udah gw perjuangin tapi.... yaudahlah intinya sekarang udah baik-baik aja. Gw udah minta maaf dan ungkapin juga tentang semua yang gw rasain dan sekarang kita juga udah baikan dan biasa lagi, walau memang ada konflik antara temen gw dan temen gw yang kayanya gak bakal bisa selesai, tapi gw harap suatu saat sih bisa selesai dan kita bisa main sama-sama. Amin :)

Di saat down-downnya dan berjuangn-berjuangnya ada hal lain yang membuat gw down sampe sedown-downnya orang down. Hahaha gak lain dan gak bukan udah pasti masalah "hati". Para anon di ask.fm pada nanya akhir hubungan gw sama Mr.D kan? Jadi..... sebenernya gwpun gak bisa ceritain, gw udah gak chat lagi (yang intens) dari awal masuk april karna suatu masalah, gwpun gak mau menceritakan orang dari satu pihak/sisi gw karena kalian gak denger dari sisi dianya langsung. Gw akan ceritain garis besarnya aja ya, gw 'kecewa'. 

Tadi gw makan mangdut dan sohib gw nanya "mel, si *piip kan gak ngerasa nyakitin lu, sebenernya apa sih yang bikin lu sakit?" . Hehehe buat gw pertanyaan dia itupun sebenarnya menyakitkan. Entah gw yang dulu terlalu bodoh atau apa, atau gw yang terlalu berharap dan menganggap semuanya berlebihan gw juga gak tau. Dia sama sekali gak ngerasa nyakitin gw? Sebenernya cuma bisa senyum doang sih karna gwpun gak akan cerita sama orang apa yang bikin gw kecewa sampe banget-bangetan. Tapi seharusnya dia tau apa yang paling bkin gw kecewa atau mungkin yang buat gw kecewa itu dianggep perbuatan yg biasa aja buat dia karna sudah menjadi kebiasaannya kan gw juga gak tau. Atau mungkin gw aja yang lebay nganggep itu hal yang wow gitu. 

Sekitar 1 minggu yg lalu gw pergi outing sama club radio, branding, sama fotografi dan kebetulan sekali kamar gw kepisah dari sahabat-sahabat gw. Gw sekamar sama cewe-cewe sekelas gw juga dan mereka mulai ambil dalih buat share satu sama lain. Mereka cerita gimana tentang si dia. Hah~ pas itu sih gw ketawa-ketawa aja dan berusaha bersikap biasa aja wkwk tapi gabisa bohong itu.............. sakit.

Tapi balik lagi buat kalian semua gak boleh mikir dia jahat atau apa karena ini cerita cuma dari satu pihak. Mungkin dia lakuin itu juga karena dia gak tau, atau emang gw yang kepedean dipdktin sama dia, atau mungkin dia ngerasa gak cocok sama gw makanya dia milih buat deketin cewe lain, atau apalah gw gak tau, atau mungkin juga dia lakuin itu demi supaya gw gak sakit hati kedepannya karena emang kita berdua harus pisah. Hehehe iya kan? Lagian dia gak kasih yang jelek-jelek terus juga kok, dia perhatiin gw, anggep gw yang special, seenggaknya pernah. Itu udah buat gw bersyukur kok :')

Kalo ditanya kecewa gak, ya pasti kecewalah. Tapi balik lagi gw gak bisa bilang kenapa.
Kalo ditanya marah gak, marahlah. Tapi gw gak mau nyimpen bangke itu lama-lama.
Kalo ditanya pengen pukul gak, pengen. Tapi kenapa harus mukul kalo gw tau masih banyak yang siap meluk gw.
Kalo ditanya muak gak, muak. Tapi buat apa muak terlalu lama yang akhirnya menghalangi gw tersenyum.

Setelah share dari temen-temen dan banyak orang yang menasihati gw, gw mulai sadar dan membangun tembok move on gw. Tembok sudah terbangun dan riskan runtuh dengan mudah. Tapi gw bersyukur punya temen-temen yang omongannya kasar. Bukan kasar kaya gimana ya, cuma kasar yang menyadarkan. Contoh "Semen mahal kali, udah bangun susah-susah masa runtuh cuma karna dia sakit dan jadi mau perhatian lagi?" . Terus misalnya gw cari kebaikan dia, kaya misalnya yang coklat valentine gw blg ke temen" gw kalo dia cm kasih ke gw *tembok hampir runtuh* . Mereka bakal jawab " Itukan cuma yang lu tau, siapa tau dia sebenernya kasih ke orang lain tapi lu gak tauu?" Hahaha, gw tau kok dia cuma kasi ke gw dan gw tau temen gw ngmong gt ga ada maksud buat jelekin dia, mereka cuma gak mau gw buka celah buat sayang lagi. Hehehe. Sekarang mah udah biasa aja, temboknya udah mulai kuat. Hehehe :)

Di saat down yang semakin down itupun gw ngalamin masalah keluarga, yang ini privacy. Hehehe bannyak dehh masalah yang gw alamiin tapi...... gw terlalu percaya kalo Tuhan gw gak ninggalin gw. Contohnya pas masalah sama temen gw, gw akhinya baikan dan gw jadi makin mengenal karakter mereka. Saat gw patah hati Tuhan kasih gw satu ayat : Maz 147:3
"Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;"
Gwpun bukan jomblo yang desprate banget, memang pas itu gw sedih banget. Tapi gw gak kesepian, gw punya temen, gw punya orang yang anggep gw penting, orang yang tetep chat gw meskipun gw bales singkat, brondong yang bilang suka sama gw, orang yang gw kagumin juga tbtb chat gw, bahkan pdktan gw pas SMP yang sekarang udah jadi sahabat gw juga jadi bbm gw dan chat sampe sekrang meskipun kita gak chat intens" banget sih. Tapi ya gw jadi sadar woww gw emang sedih tapi gw gak boleh sedih terus, masih banyak orang yang sayang sama gw. Masih banyak yang harus gw lakuin, contohnya bikin orang nyaman, bikiin sahabat-sahabat gw senyum, luangin waktu buat sohib dan keluarga serta anak-anak sekolah minggu gw. Banyakkk deh.
Masalah keluargapun gw jalanin dengan senyum aja, gw percaya Dia pasti bakal tunjukin keluarga gw berubah, emang ini gw pendem sendiri tapi gw gak ngerasa kalo gw jalanin ini sendiri dan kemarin tuh Tuhan kaya tunjukin papi mulai berubah, emang sih cuma masalah papi jadi gak minum softdrink kemarin pas popo ultah (ini aja gak tau berlaku cuma hari itu apa seterusnya), tapi  gw ngerasa itu lebih dari cukup karena salah satu harapan gw itu dia kurangin minum softdrink. Hahaha.

Emmm. kayanya ceritanya udahan dulu dhe, gw juga gak tau apalagi yang mau diceritain. Hehehe, tulisann ini cuma mewakili 35% perasaan gw jadi ini ya gak lengkap sebenernya. Cuma garis besarnya aja wkwkwk. Kalo mau tau lengkap bisa tanya sendiri di ask.fm dan line dengan id amelsantosoo *promosii wkwkwk. Yaudah deh. Makasihh  sudah baca dan maaf kalo bosen. Gbu :)

Minggu, 23 Februari 2014

The special one today :)

Happy birthday buat sobat gw yang paling gokil, gila, gatau malu, gendut, nyebelin, ngeselin, gampang bete, ngambekan, imut (inibohong), ganteng (mungkin ini juga bohong), perhatian, baik, pokoknya the best bangetlah buat gw. VINCENT HAMZAH!

Makasih banget buat pertemanan kita yang sudah mau menginjak 4 tahun kurang lebih. Makasih udah selalu kepo in gw dan perhatian banget sama gw. Makasih juga udah selalu ngatain gw dengan kata-kata pedes lu setiap gw berbuat salah. Makasih karena gak pernah malu untuk selalu ada di samping gw tanpa peduli gw lagi di atas di bawah. Waktu gw lagi kumel banget lu di samping gw, waktu gw jadi waketos dan eksis elu pun tetep ada di sebelah gw.

Meski kita sering dapet masalah dan berantem dulu tapi gw yakinn itu yang ngebuat kita bisa tetep deket sampe sekarang. Banyak bangett waktu yang gw sama lu udah lewatin, saat awal masuk kenalan yang lu bilang suara gw bagus, saat gw dapet jelek pas ulangan dan lu terus semangatin gw biar gak males, saat lu bete karena banyak hal dan akhirnya gw ikutan bete, saat gw bilang lu homo, saat kita maen ayunan di komplek rumah gw dan nenek lu, saat kita makan es kebo, saat lu baru belajar motor dan lu degdegan buat bawa motor anterin gw ke golden, saat kita duet bareng, saat gw maen ke rumah lu buat belajar, saat gw sama lu pisah kelas dan kita tetep bertemen, saat elu selalu bawa bekal, saat gw dibawain bekal sama mantan dan akhirnya elu yang cobain duluan karena gw  takut gak enak, saat elu bilang lu lagii suka sama seseorang dan gw pun begitu, saat gw ledekin lu karena tembakan dari sd sampe sekrang belom dijawab juga, saat lu pusing karena ngerjain ulangan yang kata lu susah tapi ternyata lu tetep dapet bagus, saat UAN, dan sampai saat akhirnya kita lulus sama", saat sedih maupun seneng yang gak akan bisa gw tuliskan semuanya karena terlalu banyak. :')

Happy birthday ya nen, tetep gila, tetep pinter, tetep baik, tetep semua-muanya yanng baik-baik. Jangan lupain gw, maaf kalo gw suka bikin lu kesel dan bete. Maaf kalo gw belom jadi sahabat lu yang baik. Seburuk apapun gw tapi percayalah gw selalu mencoba.... untuk terus jadi orang yang bisa selalu ada buat lu dan bisa jadi orang yang bisa tau apa yang lagi mengganggu pikiran lu.

Meski di tahun ke 18 ini gw gabisa secara langsung ngerayain bareng lu, tapi percayalah lu adalah seorang sahabat yang gw gak akan bisa lupa. okelah. Happy birthday nenen!! iloveyou till the moon and back! GBU :**













liat kelakuan kita di paling bawah

Jumat, 17 Januari 2014

Mulailah dari diri sendiri. Indonesia :)

"Berenang gratis! Berenang gratis!" demikianlah suara yang kudengar dari balkon rumahku. Kulihat beberapa anak berpakaian lusuh yang sudah hampir bisa dikatakan basah kuyup sedang asik bermain-main di depan rumahku. Bukan berenang di dalam kolam renang yang selayaknya, bukan berenang  di dalam permandian air panas yang memang sedang dibuka gratis, dan bukan berenang di kenangan masa lalu juga *lho. Mereka berenang di genangan air banjir yang lumayan tinggi, ya sekitar sebetis dari tinggiku yang 157 ini.


Banjir. Iya banjir. Inilah yang lagi dialami oleh negara yang sangat kucinta ini, Indonesia. Banyak bencana alam yang semakin nyata terjadi akhir-akhir ini. Manado terkena banjir bandang, dan Jakarta pun ikut terkena banjir, Bogor juga tidak berhenti hujannya. Akibatnya banyak rakyat yang memang kesusahan karena bencana alam ini.

Hah.. Rasanya ingin mengadu dan meratap kepada semesta. Terlintas sejenak di benak, kenapa udah terkena musibahpun mereka tidak dapat berballik dan sadar akan kesalahan sendiri, melainkan hanya terus menyalahkan orang lain. Mengapa mereka hanya terus mengeluh...mengeluh....dan mengeluh..

Semua karena SBY tidak benar mimpinnya. Semua karena bu Ani sibuk main sosial media di saat banjir kaya gini. Semua karena Ahok sama Jokowi tidak membimbinga Jakarta dengan benar. Semua karena dia. Semua karena ini. Dan semua karena itu. Atau mungkin semua karena kamu belum bisa move on dari mantan kali *abaikan*.

Semua saling menyalahkan dan terus mengeluh. Sedangkan aku? aku hanya terdiam di kamar dan merenungkan hal yang lebih berguna kulakukan ketimbang mengeluh. "Mengapa tidak melakukan hal lain yang lebih berguna daripada hanya mengeluh dan mencela orang lain? Mengapa tidak memulai segala perubahan dari diri sendiri terlebih dahulu?" .

Ketika semua orang mengharapkan seorang presiden yang bisa membimbing mereka keluar dari masalah ini, kenapa tidak kita mulai dengan memberikan dukungan dan ikut berdoa supaya presiden kita bisa punya hikmat memutuskan segala sesuatu? 

Saat kita mengharapkan kemajuan kota Jakarta dengan keberadaan gubernur dan wakil gubernur yang baru, kenapa kita gak mulai dari mendukung mereka dan tidak usah memikirkan yang namanya perbedaan budaya? Sebuah sekolah bisa maju karena memiliki guru yang lengkap dengan berbagai macam latar pendidikan yang berbeda, kenapa kamu tidak mau menerima ras yang berbeda kalo itu juga bisa bikin Indonesia maju?

Jangan hanya terus menuntut. Mereka pasti berusaha sebisa mereka, tapi balik lagi ke kita,kalo kita tetep buang sampah sembarangan ya jakarta tetap banjir. Dan juga daripada update" protes bukannya lebih baik kita mikirin saudara kita diluar sana yang kena banjir? oke mungkin kalian gak bisa ke tempat pengungsian, tapi bisakan kalian berdoa buat mereka?

Dan akupun bergelut kembali dengan beberapa broadcast yang akhir-akhir ini banyak dikirimkan oleh teman-temanku. Banyak kata-kata yang mengatakan "Besok Jakarta tenggelam" . Hey kalian itu punya kuasa loh, kenapa sering mengucapkan kata-kata yang jelas-jelas mengutuki kota sendiri. Di twitter maupunn path aku juga sering melihat ada beberapa orang yang menulis sttus yang seakan mendaoakan memang jakarta akan lenyap. Hey balik lagi omongan kalian punya kuasa loh, omongan itu doa. Mulailah perkatakan yang baik untuk kota dan negara sendiri.  

Inget kan kata orng kalo pacaran dan mau lenggeng itu harus dari diri sendiri dulu baik, supaya pacarnya nyaman dan gamau pindah-pindah. Kalo kalian mau Indonesia berubah mulailah dari diri sendiri, dukung presiden kita, gubernur dan wakilnya, semua kepengurusan di Indonesia. Memang sepertinya kepengurusan di Indonesia ini sudah berantakan, ada yang korupsi dan kalian mungkin merasa tertipu.

Mulailah berdoa dan menjadi orang yang tidak mengutuki bangsa dan pemimpin kita sendiri di antara orang yang keliahatannya memang tidak memperdulikan negara kita ini. Ayok berubah dan jadi dampak. 

Kalo sedikit ragi aja bisa ngembangin seluruh isi roti, begitu juga kita. Meski kita terlihat gapunya apa-apa tapi percayalah kalo kalian lakukan hal kcil yang baik itu akan jadi dampak buat banyak orang. Karena kalo gak dimulai dari kita siapa yang akan memulai?

Gbu :)

Kamis, 16 Januari 2014

Bahagia itu......

Bahagia itu saat.....

Hah... terlintas berkali-kali pernyataan yang mempertanyakan apasih bahagia itu. Banyak hal yang terus melewati pikiran gw dan membuat gw kembali akan masa-masa dimana gw pernah mengalami masa-masa yang ngebuat gw gak bisa tidur saking senengnya.

-Bahagia itu saat sms gw dibales sama cowo yang gw suka-
-Bahagia itu saat gw dapet hp baru-
-Bahagia itu saat gw dapet nilai yang baik padahal gw gak belajar-
-Bahagia itu saat gw dapet gadget baru-
-Bahagia itu saat gw dibayarin makan-

Kebanyakan kebahagiaan itu diungkapkan dengan cara yang seperti itu. Jarang bahkan mungkin hampir tidak ada orang yang mendeskripsikan kebahagiaan seperti :

-Bahagia itu saat gw bales sms cowo yang suka sama gw padahal gw gasuka sama dia-
-Bahagia itu saat gw kasih orang hp-
-Bahagia itu saat gw dapet nilai jelek karena gw gak belajar-
-Bahagia itu saat gw kasih orang gadget baru-
-Bahagia itu saat gw bayarin orang makan-

Jarang sekali ditemui yang seperti ini di masyarakat kita sekarang ini. Rata-rata kebahagiaan seseorang karena didasari oleh pemenuhan kebutuhan diri sendiri. Kebahagiaan orang-orang sekarang ini lebih banyak dikarenakan apa yang terbaik terjadi buat dia, bukan buat orag lain. Tapi gw ada sebuah kutipan yang menarik dari bahan UAS Agama&Etika di kampus gw. Gw mengutip teori Utilitarianisme :
kebahagiaan tidak saja dilihat dari kepentingan pelaku (saya bahagia) tetapi kebahagiaan semua orang yang menjadi dampak tindakan berguna seorang pelaku(mereka juga bahagia).
Inti dari teori ini adalah dia bahagia maka saya bahagia. Jarang banget diliat dari jaman sekarang ini orang mikirin orang lain dulu baru diri sendiri. Dan kembali lagi gw teringat sama kotbah yang gw denger minggu lalu. Pendetanya mengatakan kunci dari panjang umur dan hidup bahagia itu adalah memikirkan orang lain.

Kalo kamu? Lebih milih mikirin diri sendiri terus apa coba buat memikirkan orang lain? Bukannya lebih bahagia menjadi pemberi daripada hanya terus menerima ? :)

Kamis, 02 Januari 2014

Happy New Year !!!! :)

Happy New Year semua pembaca setia blog saya. Sorry kalo terlambat. Tapi prinsipnya itu lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali :))

Semoga di tahun 2014 kita semua makin diberkatin. Yang kerja, kerjanya makin sukses. Yang sekolah makin maju. Semuanya Tuhan kasih yang terbaik buat kalian smua. Semoga yang jomblo makin diberi kesabaran buat nunggu yang nanti terbaik dateng. Inget, yang terbaik itu dateng bukan karena dicari tapi karena udah waktunya ketemu. Dan semoga setiap hati kalian makin diperbaharui di tahun ini. Banyak jaga hati, tahun ini adalah tahun dimana pintu terbuka. Terus berdoa, biar Tuhan yang bantu kalian lewatin setiap masalah di depan. Jangan minta Tuhan hilangkan masalah, tapi minta Tuhan  buat tuntun kalian lewatin masalah itu.

Karena waktu Tuhan udah gak lama lagi, pasti akan semakin banyak masalah kedepan. Jangan mundur dan tetap semangat  ya kawan, kalo gak kuat atau sakit doa aja, Tuhan kita itu Tuhan yang maha mendengar, dan Dia tau jelas gmana perasaan kalian. Berdoa juga buat pemilu dan negara kita ini, biar kedepannya yang terbaik Tuhan pilih. okeoke?

Merry Christmas 2013 & Happy New Year 2014

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...