"Ah, gitu aja kok baper. Gitu aja sakit hati, Lebay banget sih sampe diceritain ke orang lain."Iya memang, terkadang wanita seperti itu.
Tidak bisa menahan emosi, lalu menangis, dan akhirnya curhat atau tulis status yang bersifat "ingin dibaca" oleh orang yang bersangkutan.
Sakit hati, penjahat utamanya adalah lidah. Tidak bertulang, tapi lebih tajam dari pedang.
Tidak menyakiti ketika ada masalah dalam hubungan cinta saja,
namun dalam pertemanan, konflik dengan orang-orang yang tidak kita sangka-sangka,
bahkan mungkin dengan keluarga kita sendiri.
"sakit hati"
Seperti orang yang meminum racun lalu berharap akan hidup sehat.
Begitupun dengan orang yang menyimpan sakit hati tapi berharap hidupnya akan tetap bahagia.
Jangan berharap sama manusia, manusia itu bisa mengecewakan... kapanpun, dimanapun, dan siapapun.
Bangkit dan sadarkan diri bahwa kita terlalu berharga untuk sakit hati.
Meskipun terkadang merasa seperti jalan sendiri, tapi pikirkan kembali dengan jernih bahwa itu hanya pikiran burukmu saja.
Jangan berpikir sempit dan keep moving. Masih banyak yang care sama kamu!
Kita terlalu berharga untuk meminum racun kepahitan yang kita buat sendiri. Asup tubuh kita dengan hal-hal yang positif dan menyehatkan tubuh rohani dan jasmani kita. Ingat, hati yang gembira adalah obat.
"Marah boleh, tapi jangan sampai nginap, apalagi sampai ngekost. :) "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar