Kita mengenal spasi dalam setiap bacaan yang kita tulis, maupun kita baca. Spasi membuat kita lebih cepat memahami makna.
"Namasayaamelia,sayasedangdilandakebingunganyangsangatdalam.Sayatidaktaubagaimanaseharusnyasayabersikapkedepannya.Sayajadimerasaserbasalahdantidakberguna.Apasusahnyasihngasihkabar,setidaknyasayamerasapentingjikadiberikabar"
Lebih sulit bukan?
Spasi tidak boleh diletakkan terlalu jauh karena akan sulit dimengerti dan membuang-buang tempat.
"Saya merasa apapun yang saya lakukan salah dan menyusahkan dia. Apa saya terlalu banyak menuntut?"
Sangat membuang-buang tempat bukan?
Spasi harus berhubungan dengan kalimat yang sebelumnya untuk membuat pembaca mengerti makna dari kalimat tersebut.
"Kamu kenapa sih? Aku ada salah? Aku tuh cuma mau km tau aku sayang kamu. Aku gak mau kamu rugi juga nantinya."3 hari kemudian.............
"Bareng gak?"
Ah! Makna yang ditangkap pembaca dari spasi ini adalah orang pertama diacuhkan oleh orang kedua. Sedih bukan?
Spasi,
tidak ada yang mengerti juga kenapa disebut spasi.
tidak ada yang mengerti juga kenapa disebut spasi.
Sama seperti hubungan,
Butuh spasi atau jeda mengintropeksi diri agar menjadi pasangan yang lebih baik.
Jangan spasi yang terlalu jauh karena akan membuang waktu kebahagiaan yang bisa dilalui bersama.
Usahakan untuk selalu berhubungan agar kita juga mengerti maksud dari hubungan tersebut.
Have a nice day!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar