Hei.
Kenapa sih terus begini?
Kamu memang sudah terlebih dahulu bersamanya.
Selalu membantunya dalam segala kegiatan, baik administrasi, pencatatan daerah, penyimpanan data diri, dan masih banyak lagi.
Tapi sekarang dia milikku, tak bisakah kau mengalah dan mendukung kami?
Tapi sekarang dia milikku, tak bisakah kau mengalah dan mendukung kami?
Sejujurnya aku lelah berurusan denganmu...
Sudah beberapa kali malamku terganggu karna dirimu.
Aku belajar mengerti akan dirimu.
Walau terkadang sakit dan membuat sesak, namun kocoba mengerti dan berpikir bahwa semua ini sudah menjadi settingan Sang Pencipta.
Kau tahu? Rasanya sulit.
satu kali.
dua kali.
tiga kali.
dan BOOM!
Aku tahu kamu tidak bermaksud menyakiti, aku tau kamu tidak akan melakukan sesuatu yang akan mengecewakan perasaanku.
Tapi.....
Bisakah kamu mengerti satu hal?
Mengerti tentang segala sesuatu hal mengenai dia akan selalu menyakitkan.
Seperti perasaan takut atau khawatir aku juga tidak begitu mengerti. Bukan karna aku tidak percaya, bukan juga karna aku terlalu takut kehilangan. Hanya saja... memohon untuk dimengerti satu kali saja...
Setiap kali berdebat karnamu yang jadi pihak bersalah adalah aku. Aku yang berlebihan atau dia yang tidak mengerti aku juga tidak tahu. Sekali, duakali aku berusaha menjelaskan apa yang aku rasakan tapi berujung sia-sia dan jadi aku yang merasa bersalah dan berlebihan.
Setiap kali berdebat karnamu yang jadi pihak bersalah adalah aku. Aku yang berlebihan atau dia yang tidak mengerti aku juga tidak tahu. Sekali, duakali aku berusaha menjelaskan apa yang aku rasakan tapi berujung sia-sia dan jadi aku yang merasa bersalah dan berlebihan.
Hahhh seandainya aku bisa menghajarmu di tempat, mungkin kamu sudah aku remukkan dan kubuang di tempat pembuangan.
Aku sungguh membencimu.
Sungguh amat teramat membencimu.
Jika aku bisa, akan kuteriakkan kepadamu sejuta benci akan dirimu yang terus mengganggu setiap pikiranku.
Kepadamu,
Dompet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar