Kamis, 07 Maret 2013

berharap yang terbaik :)

saat itu panas terik dan aku hanya bisa memandang awan yg seakan terus berjalan melewati kamarku. saat itu adalah hari dimana aku dan keluargaku akan merayakan ulang tahun pamanku, smua keluarga sangat gembira menanti-nantikannya. hanya aku yang tidak bersemangat dikarenakan pikiranku yang terus berkata
"aku sayang kamu. tapi aku gak mau seperti ini terus. seperti musim hujan yang merindukan teriknya matahari. kamu akan sangat susah merasakan kenyamanan saat bersamaku. aku mau yang terbaik buat kamu"
katika itu aku teringat akan suatu hal, saat dimana kamu bercanda tawa, tersenyum dengan hangat, dan tertawa dengan lepas. itu semua adalah saat-saat dimana aku turut senang. setiap melihat kamu bahagia, hatiku terus berdegup dan berdegup merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh orang tersayang. tapi, setiap kebahagiaan yang kamu rasakan tidak kamu rasakan saat bersamaku. setiap kehadiranku hanya membuat dirimu canggung dan membuat dirimu malu untuk menjadi dirimu sendiri. hatiku sakit, hatiku bagai menangis dan menjerit.  
"yang aku inginkan hanyalah kamu bahagia, yang aku inginkan kamu selalu tersenyum dan tertawa dengan gembira. tapi kenapa semua itu kamu dapatkan saat kamu tidak sedang bersama diriku. kenapa semua itu tidak bisa kamu dapatkan dari diriku? kenapa?"
perlahan-lahan air mataku mulai menetes dan bantalku mulai basah. aku hanya berdoa dan berharap aku mendapatkan suatu jawaban atas tindakan apa yang harus aku ambil. sesaat aku teringat moment-moment yg kita lewati bersama dan semua itu terasa manis dan tidak mau aku lupakan. tapi semua itu tidak bisa aku rasakan lagi. mungkin itu semua dikarenakan diriku yang bodoh, yang tidak bisa memberikan apa yg kamu butuhkan.
"setiap apa yang aku lakukan, selalu bertujuan untuk menyenangkan kamu, setiap debat yang kita lewatin dikarenakan aku yang takut kehilangan kamu, setiap kata sayang yang aku keluarkan adalah ungkapan bahwa aku mau kamu selalu sama-sama aku"
terdengar panggilan keras dari lantai bawah yang meneriakkan namaku "Amel ayoooo turun". aku pun bergegas turun untuk bergabung merayakan ulang tahun pamanku sambil mengusap setiap tetes air mataku. tatapanku kosong dan hatiku terasa sangat sakit, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. aku teringat akan setiap isi hatimu tentang aku yang tidak pernah percaya, semua itu membuat hatiku menjerit di tengah meriahnya ulang tahun pamanku
"seberapa keras aku mencoba untuk percaya, dan seberapa keras aku mencoba untuk mengerti akan dirimu tidak akan pernah bisa diungkapkan dengan kata-kata. tidak ada org yang dapat merasakan apa yang rasakan selama aku mencoba. seberapa banyak perasaan yang aku korbanin hanya untuk menyenangkan kamu. hahhh, bodoh sekali aku, menyenangkan orang yg sangat aku sayang saja tidak bisa"
hatiku panas dan mataku mulai berair kembali, aku bergegas segera menuju taman, dimana semua keluargaku sedang tidak ada di sana. benakku terus berteriak dan membuat otakku seakan-akan beku
"aku tidak mau terus merepotkan orang yg sangat aku sayang, aku tidak mau terus membuat orang yang paling aku sayang terus-terusan sedih dan tidak bisa menjadi dirinya sendiri. aku mau orang yang aku sayang terus bahagia meskipun aku sakit karena tau dia bahagia bukan karena diriku"
aku sudah bertekat untuk mengakhiri semua ini, karena berhubung kamu sudah pernah meminta untuk berteman saja jadi aku sudah yakin kamu tidak akan menolak untuk berteman saja. jariku mulai gemetaran dan air mataku mulai menggenang tapi aku sudah bertekat bahwa aku tidak boleh egois dan memikirkan diriku sendiri dan menghalangin kebahagiaan orang lain
"bry.."
"iyaa?"
"kita putus aja ya"
"kenapa?"
"aku gak mau kasih alesannya karena kalo aku kasih tau alesannya juga kita malah bakal debat dan aku gak mau debat dan ujungnya kita berantem lagi"
"yaudah kalo kamu maunya gitu. aku juga harus ambil keputusan, aku gak bisa nyakitin kamu terus,blablabla" 
aku tidak mengingat dengan jelas seperti apa chat kami saat itu. yang aku ingat adalah air mataku mengalir dengan sangat deras saat itu. aku merasa seperti orang yang paling payah sedunia. aku merasa gagal sebagai seorang pacar, aku juga merasa aku terlalu kasian. perasaanku saat itu tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. tapi aku juga sudah lelah dengan semua itu. selain membuat dia gak nyaman, itu juga membuat diriku secara tidak sadar merasakan hal yang sama. aku sudah lelah sama semua nya, aku lelah dengan perubahan sikapnya dan aku merasa sangat sakit akan beberapa kata-katanya. meskipun kata-kata itu tidak membunuh perasaan sayangku tapi aku rasa sudah cukup mempertahankan sesuatu yang meminta untuk dilepas. dan hari itu berakhir dengan begitu saja.
"aku senang karena kamu sudah terlihat lebih ceria dibandingkan sebelumnya, aku juga sangat bahagia melihat kamu yang bisa menjadi dirimu sendiri. meskipun hati kecil ini berkata skit dan terus berteriak aku merindukanmu tapi aku harus belajar dewasa dan tidak egois. aku harap senyum dan kebahagiaan itu tidak pernah lepas dari dirimu dan kamu bisa mendapatkan seseorang yang bisa selalu ada buat kamu dan terus menorehkan senyum dan kebahagiaan di wajahmu"
kemarin adalah saat dimana aku menghubunginya di bbm. aku ingin mengatakan "aku kangen kamu banget" tapi aku tidak bisa mengatakannya, aku tidak mau malah mambuatnya sakit lagi. aku berpikir mungkin kemarin adalah saat terakhir aku menerima ucapan selamat malam dari kamu karena aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi. dan kalimat terakhir adalah "aku sayang kamu" :)

1 komentar:

Iya, aku salah.

Aku sudah bertanya-tanya puluhan bahkan ribuan kali. "Ini nyata? Apakah aku benar-benar menjadi pribadi yang seperti ini?" Setelah...